PONTIANAK — Malam itu, Ballroom Lantai 8 Hotel Kini Pontianak dipenuhi keakraban. Wagub Krisantus bersama Ketua Bidang I TP PKK Kalbar, Ny. Donata Krisantus, menyambut langsung rombongan dari Malaysia yang datang khusus untuk menghadiri Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-40 di Rumah Radakng Pontianak.
Dalam sambutannya, Krisantus menekankan bahwa identitas suku Dayak tidak bisa dilepaskan dari warisan budayanya. “Dayak ada karena budayanya. Eksistensi Dayak bertahan karena budayanya. Karena itu, mari kita bersama-sama terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Dayak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah delegasi Malaysia yang dinilai memiliki semangat luar biasa dalam menjaga akar budaya meski berada di negara lain. “Saya sangat menghormati tuan-tuan dan puan-puan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk datang ke Indonesia hanya demi menghadiri Pekan Gawai Dayak,” ungkap Krisantus.
Pekan Gawai Dayak disebut telah bertransformasi. Menurut Krisantus, perhelatan tahunan ini kini berstatus agenda nasional dan mulai merambah ke tingkat internasional. “Kehadiran saudara-saudara kita dari Malaysia menjadi bukti eratnya persaudaraan budaya Dayak lintas negara,” katanya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan bangsa, agama, maupun budaya tidak menjadi penghalang untuk terus mempererat persatuan dan persaudaraan antarsesama.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak hanya menyambut hangat delegasi, tetapi juga membuka pintu kerja sama konkret. Krisantus menyebutkan tiga bidang utama yang potensial untuk diperkuat dengan Malaysia: pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Pernyataan itu disambut positif oleh para delegasi. Acara yang berlangsung hangat itu ditutup dengan makan malam bersama, pertukaran cenderamata, penampilan musik tradisional, serta sesi foto bersama seluruh peserta.