KUBU RAYA — Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan program pengembangan ekonomi dan pariwisata di Batu Ampar akan mulai terealisasi pada Juni 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Kubu Raya dalam menyelaraskan konservasi mangrove dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemkab Kubu Raya menyiapkan sejumlah bantuan yang menyasar kelompok nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kawasan Batu Ampar. Bantuan ini dirancang agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton dari program konservasi, melainkan juga penerima manfaat langsung.
“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua,” kata Bupati Sujiwo dalam pernyataan resmi yang dikutip baru-baru ini.
Ekosistem mangrove di Batu Ampar selama ini menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi dan intrusi air laut. Namun, tekanan dari aktivitas ekonomi yang tidak terkendali mengancam kelestariannya. Pemkab Kubu Raya menilai program ekonomi dan wisata yang terintegrasi bisa menjadi solusi jangka panjang.
Dengan adanya kepastian jadwal pada Juni 2026, masyarakat kini memiliki target waktu yang jelas untuk mempersiapkan diri. Nelayan, misalnya, bisa mulai merencanakan pengelolaan hasil tangkapan yang lebih baik, sementara UMKM bisa menyusun produk unggulan yang siap dipasarkan ke wisatawan.
Masyarakat pesisir Batu Ampar selama ini bergantung pada hasil laut dan sektor informal. Dengan adanya program ekonomi yang digulirkan bersamaan dengan pengembangan wisata, diharapkan tercipta lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan rumah tangga. Bantuan yang disiapkan Pemkab Kubu Raya menjadi modal awal bagi warga untuk memulai usaha.
“Kami tidak ingin program ini hanya berhenti di atas kertas. Masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” ujar Sujiwo.
Seluruh rangkaian program ekonomi dan wisata Batu Ampar dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026. Pemkab Kubu Raya saat ini masih dalam tahap finalisasi perencanaan dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dinas terkait dan pelaku usaha lokal.
Bupati Sujiwo memastikan bahwa persiapan administrasi dan teknis terus dikebut agar tidak ada lagi penundaan. Jadwal yang sudah ditetapkan ini menjadi komitmen nyata pemerintah daerah terhadap warga Batu Ampar.
Bantuan bagi nelayan akan disalurkan melalui dinas terkait dengan mekanisme yang sudah ditetapkan Pemkab Kubu Raya. Kelompok nelayan yang terdaftar dan memenuhi kriteria akan menjadi prioritas penerima. Detail teknis penyaluran dan jenis bantuan akan diumumkan lebih lanjut mendekati waktu pelaksanaan.
Kawasan wisata Batu Ampar masih dalam tahap persiapan. Pemkab Kubu Raya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pendukung agar wisatawan bisa berkunjung dengan nyaman. Program penyelamatan mangrove menjadi daya tarik utama yang akan dipadukan dengan aktivitas ekonomi lokal.
Masyarakat diimbau untuk bersabar dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah mengenai jadwal pembukaan dan persyaratan kunjungan.