PONTIANAK — Sebanyak 30 ekor sapi dan 13 ekor kambing disembelih di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak pada perayaan Idul Adha tahun ini. Proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban dikelola secara terbuka agar warga bisa memantau langsung.
Ketua Panitia Kurban Masjid Raya Mujahidin, Syarif, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya, panitia hanya memotong 25 ekor sapi dan 10 ekor kambing.
Transparansi Distribusi Lewat Grup WhatsApp
Salah satu perubahan signifikan tahun ini adalah sistem distribusi daging kurban yang lebih terbuka. Panitia membentuk grup WhatsApp khusus yang berisi penerima manfaat, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid.
“Setiap tahapan, mulai dari penyembelihan, pencacahan daging, hingga penyaluran ke rumah-rumah warga, kami dokumentasikan dan kirimkan ke grup. Semua bisa lihat,” ujar Syarif.
Penerima Manfaat Tercatat dan Terdata
Daging kurban tahun ini disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Kelurahan Dalam Bugis dan Kelurahan Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota. Panitia juga mencatat penerima manfaat secara detail untuk menghindari tumpang tindih distribusi.
Setiap penerima mendapatkan paket daging sapi atau kambing dengan berat yang sudah ditentukan. Panitia memastikan proses penyaluran berlangsung hingga siang hari agar daging tetap segar saat diterima warga.
Berapa Total Daging yang Dibagikan?
Dari 30 ekor sapi dan 13 ekor kambing yang disembelih, panitia memperkirakan total daging yang didistribusikan mencapai lebih dari 3 ton. Angka ini belum termasuk jeroan dan tulang yang juga dibagikan kepada warga.
Panitia menyebutkan, antusiasme warga untuk berkurban tahun ini meningkat. Sebagian besar hewan kurban berasal dari jamaah tetap Masjid Raya Mujahidin, sebagian lagi dari masyarakat umum di luar Pontianak yang menitipkan kurban.