Emas 7 Juta Ounce di Pani Belum Cukup, EMAS Bor 3.600 Meter Cari Cadangan Baru

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 21:05:52 WIB
Rig pengeboran EMAS tengah beroperasi untuk mendalami potensi cadangan emas di Tambang Pani, Kalimantan Barat.

KALIMANTAN BARAT — Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menyimpan 291,5 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 0,75 gram per ton—setara 7 juta ounce. Namun, angka itu baru berasal dari wilayah eksplorasi seluas 135 hektare. Sisanya, lahan konsesi yang mencapai 14.670 hektare, masih menjadi "harta karun" yang belum tersentuh bor.

Manajemen EMAS tidak mau berhenti di situ. Sejak produksi di Pani mulai berjalan, perusahaan punya ruang gerak lebih lebar untuk mengebor lebih dalam. Program deep drilling 3.600 meter ini dirancang untuk menguji apakah mineralisasi emas masih berlanjut di bawah titik-titik yang sudah dibor sebelumnya.

Enam Titik Bor, Satu Rig Beroperasi

Pada tahap awal, perseroan mengebor enam titik dengan satu unit rig yang sudah beroperasi. Satu rig tambahan dijadwalkan mulai bekerja bulan depan untuk mempercepat proses. Presiden Direktur EMAS, Boyke Abidin, mengatakan program ini bersifat fleksibel—bisa diperluas jika hasil awal menunjukkan prospek positif.

"Seiring dimulainya produksi di Pani, Perseroan kini berada dalam posisi yang lebih strategis untuk melanjutkan pengujian potensi mineralisasi pada area yang lebih dalam," ujar Boyke dalam keterangan resmi, Minggu (31/5).

Tak Cuma Pani, EMAS Garap Prospek Kolokoa dan Lone Pine

Selain Pani, EMAS juga merampungkan pengeboran awal di prospek Kolokoa. Sebanyak 54 lubang bor dengan total kedalaman 11.701,6 meter telah selesai. Biaya eksplorasi di sana hanya sekitar USD 2,4 juta atau setara Rp 38,4 miliar (kurs Rp 16.000) untuk enam bulan kerja.

Hasilnya, target eksplorasi Kolokoa ditetapkan pada kisaran 20 juta hingga 40 juta ton dengan kadar emas 0,3–0,5 gram per ton. Estimasi awal sumber daya mineral di Kolokoa dijadwalkan diumumkan pada kuartal II 2026.

Di semester II tahun yang sama, EMAS bersiap mengebor area Lone Pine. Sebelum mengebor, perusahaan akan memetakan struktur bawah tanah dengan survei geofisika Mobile Magnetotelluric dan survei magnetik udara berbasis helikopter pada Juni hingga Juli 2026.

Standar Internasional Jadi Pegangan

Seluruh hasil eksplorasi akan dilaporkan mengacu pada JORC Code 2012 dan KCMI 2017. Langkah ini penting untuk menjaga kredibilitas data di mata investor global dan regulator. Dengan potensi tambahan sumber daya dari Kolokoa dan Lone Pine, EMAS tidak hanya mengandalkan Pani sebagai satu-satunya tumpuan produksi emas di masa depan.

Bagi pasar, eksplorasi agresif ini adalah sinyal bahwa EMAS serius memperbesar basis cadangan. Jika deep drilling di Pani dan temuan di Kolokoa positif, valuasi perusahaan bisa berubah drastis—terutama saat harga emas dunia masih berada di level tinggi.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top