Tips ASI Kental dan Banyak: Pahami Perbedaan Foremilk dan Hindmilk

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:07:31 WIB
Artis Kartika Putri membagikan tips menyusui agar bayi mendapatkan asupan foremilk dan hindmilk secara lengkap.

KALIMANTAN BARAT — Kekhawatiran soal tampilan ASI yang encer atau kental memang sering menghantui ibu baru. Padahal, keduanya memiliki peran penting untuk tumbuh kembang si kecil. Artis Kartika Putri, yang tengah menyusui anak ketiganya, Muhammad Ali, membagikan pengalaman dan tipsnya agar produksi ASI tetap banyak dan bayi mendapat asupan optimal.

Melalui akun Instagramnya, Kartika menjelaskan bahwa perbedaan tekstur ASI ini adalah hal yang wajar dalam satu sesi menyusui. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Bunda.

Apa Itu Foremilk dan Hindmilk?

Dalam satu kali sesi menyusui atau memompa, ASI yang keluar pertama kali biasanya lebih cair dan sedikit bening. Jenis ASI ini disebut foremilk. "15 menit pertama itu pasti cair (agak bening) namanya foremilk," ujar Kartika Putri.

Meski tampak encer, foremilk tetap kaya nutrisi. Kandungannya meliputi vitamin, protein, mineral, dan laktosa. "Ada laktosa sebagai sumber energi dan mendukung perkembangan otak. Jadi cair gak papa banget, malah penting buat memenuhi kebutuhan air baby," jelasnya.

Setelah foremilk keluar, barulah ASI berikutnya yang lebih putih dan kental, yaitu hindmilk. "Nah setelah 15 menit berikutnya baru kental, namanya hindmilk. Warnanya lebih putih dan kental," kata Kartika.

Mengapa Bayi Perlu Kedua Jenis ASI Ini?

Hindmilk memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih tinggi dibandingkan foremilk. Kandungan ini berperan penting untuk memenuhi kebutuhan energi bayi dan mendukung pertumbuhan berat badannya. "Karena isinya lemak, isinya kalori untuk energi baby. Bagus untuk perkembangan dan BB-nya baby, juga buat perkembangan otak dan sistem syarafnya dan itu yang buat baby kenyang," tuturnya.

Oleh karena itu, bayi sebaiknya menyusu hingga tuntas di satu payudara sebelum dipindahkan ke payudara lainnya. Hal ini memastikan ia mendapatkan foremilk dan hindmilk secara lengkap dalam satu sesi menyusu.

Tips Menyusui agar Bayi Mendapatkan Foremilk dan Hindmilk

Agar si kecil mendapatkan kedua jenis ASI ini, kunci utamanya adalah jangan terburu-buru memindahkan bayi ke payudara satunya. "Jadi kalau menyusui beresin atau kosongin 1 payudara baru pindah ke satunya. Biar baby kita dapet kedua-duanya," saran Kartika.

Kartika juga mengingatkan para ibu untuk tidak terlalu cemas dengan tampilan ASI. "Jadi gak usah khawatir ya mom. Semangat menyusui," pesannya.

Kapan Bunda Perlu Konsultasi ke Dokter?

Meski perbedaan foremilk dan hindmilk adalah hal yang normal, Bunda tetap perlu waspada jika bayi menunjukkan tanda-tanda kurang ASI. Beberapa di antaranya adalah berat badan yang tidak kunjung naik atau jumlah popok basah yang sedikit. Jika hal ini terjadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Memahami siklus foremilk dan hindmilk membantu Bunda lebih percaya diri dalam menjalani proses menyusui. Selama bayi aktif menyusu dan berat badannya naik sesuai kurva pertumbuhan, Bunda tidak perlu khawatir berlebihan.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top