LANDAK — Kunjungan kerja Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, ke Kabupaten Landak difokuskan pada penguatan sinergi layanan pendidikan dan pemenuhan gizi anak usia dini. Erlina yang juga Bupati Mempawah dan istri Gubernur Kalbar itu diterima langsung oleh Bupati Landak sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa.
Di sela-sela kunjungan, Karolin memaparkan sejumlah capaian yang telah diraih daerahnya. Selain akreditasi yang naik signifikan, angka partisipasi sekolah (APS) PAUD di Landak juga melampaui target, mencapai 90,39 persen pada 2025.
Lonjakan Akreditasi Hampir Dua Kali Lipat
Karolin menjelaskan, persentase lembaga PAUD terakreditasi di Kabupaten Landak mengalami peningkatan hampir 100 persen. Ia membandingkan capaian tahun 2025 yang baru mencapai 44,4 persen dengan realisasi tahun 2026 yang sudah menembus 87,1 persen.
“Tapi di tahun 2026 ada peningkatan, pada tahun 2026 ini telah terakreditasi 87,1%. Ada peningkatan hampir 100% dari jumlah yang telah terakreditasi,” papar Karolin.
Pemerataan Akses dan Kompetensi Guru Jadi Pekerjaan Rumah
Meski mencatatkan progres positif, Bupati Landak mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Ia menyebut pemerataan akses PAUD hingga ke pelosok, penguatan peran PAUD negeri, dan peningkatan kompetensi pendidik menjadi prioritas ke depan.
“Kami menyadari bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya dalam hal pemerataan akses PAUD hingga ke pelosok, penguatan peran PAUD negeri, serta peningkatan kompetensi para pendidik PAUD,” tambahnya.
Menurut Karolin, komitmen Pemkab Landak terhadap sektor ini bukan program jangka pendek. Ia menegaskan investasi pada PAUD merupakan langkah strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Pendidikan anak usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar,” ujar Karolin.
Erlina Uji Wawasan Anak dan Ingatkan Pola Makan B2SA
Dalam kunjungannya, Erlina Ria Norsan tidak hanya meninjau fasilitas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan anak-anak TK. Ia sempat menguji pengetahuan mereka dan mengapresiasi wawasan anak-anak di Landak yang dinilai sudah mampu membedakan jenis ikan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.
“Jadi anak-anak hebat, Indonesia kuat, PAUD berkualitas, generasi emas berkelas,” ucap Erlina memberikan semangat.
Erlina menegaskan kunjungannya ke Landak membawa misi strategis bagi generasi penerus di Kalimantan Barat. Ia menyebut kehadirannya untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas dan holistik integratif.
“Kehadiran kami di Kabupaten Landak hari ini bukan sekadar untuk melakukan kunjungan, tetapi untuk bersilaturahmi, melihat secara langsung tumbuh kembang anak-anak kita, dan sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan layanan pendidikan PAUD anak usia dini yang berkualitas dan holistik integratif,” tuturnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Erlina mengingatkan para orang tua dan tenaga pendidik tentang pentingnya asupan gizi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) bagi tumbuh kembang anak.
“Konsumsi B2SA dapat mengurangi risiko gizi buruk, sering sakit-sakitan, stunting, obesitas, diabetes, gagal ginjal, dan penyakit jantung,” pungkas Erlina.