Dendi Triansyah Tersingkir di 32 Besar POLYTRON Pontianak International Challenge 2026, Akui Ketegangan Hingga Kehilangan Poin

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:31:01 WIB
Dendi Triansyah berhenti di babak 32 besar POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 setelah kalah dari Wei-Cheng Su dengan skor 20-22 dan 18-21.

PONTIANAK — Kegagalan memanfaatkan momen krusial menjadi penyebab utama kekalahan Dendi Triansyah di ajang POLYTRON Pontianak International Challenge 2026. Unggulan kelima asal Indonesia itu tak kuasa membendung permainan matang Wei-Cheng Su dan harus puas angkat koper dari turnamen bulu tangkis bergengsi di Kalimantan Barat tersebut.

Sempat memberikan perlawanan sengit di dua gim, Dendi akhirnya menyerah dengan skor tipis 20-22 dan 18-21. Ia mengakui bahwa lawan tampil lebih konsisten, terutama dalam memanfaatkan serangan dari area belakang lapangan.

“Dari keseluruhan lawan saya cukup matang, ulet dan punya pukulan bola belakangnya lumayan bagus,” kata Dendi dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Kesalahan Sendiri di Momen Genting

Alih-alih mampu menekan, Dendi justru mengakui banyak melakukan kesalahan sendiri. Keinginan kuat untuk segera mematikan lawan membuatnya terburu-buru dan kehilangan poin-poin penting.

“Saya banyak mati sendiri dan terlalu terburu-buru untuk mematikan dia,” ujarnya.

Padahal, pola permainan yang diterapkan dinilai sudah tepat. Pada penghujung gim pertama dan kedua, Dendi beberapa kali berhasil mengejar ketertinggalan. Namun, ketegangan yang tak terkendali di fase krusial membuat peluang untuk membalikkan keadaan kembali sirna.

“Secara pola yang diterapkan sebenarnya sudah benar, tadi di akhir-akhir baik gim pertama ataupun kedua sudah bisa mengejar tapi sayang ada faktor ketegangan sehingga saya gagal membalikkan keadaan,” tuturnya.

Evaluasi Jelang Turnamen Berikutnya

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pebulu tangkis asal Indonesia tersebut. Ia menyadari masih ada beberapa aspek fundamental yang perlu ditingkatkan, terutama berkaitan dengan ketahanan fisik dan konsistensi.

“Saya harus meningkatkan stamina dan cara mainnya diteguhkan lagi. Tadi masih banyak bolong-bolongnya,” kata Dendi.

Dengan hasil ini, perjalanan Dendi Triansyah di POLYTRON Pontianak International Challenge 2026 resmi berakhir di babak 32 besar. Meski hasilnya belum sesuai harapan, evaluasi dari laga kontra Wei-Cheng Su diharapkan menjadi modal berharga untuk tampil lebih baik pada turnamen internasional berikutnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top