Kementerian Kehutanan mengerahkan 758 personel Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sebanyak 45 personel tambahan dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan dikerahkan untuk memperkuat satuan tugas di lapangan. Personel terpantau menjalankan ibadah di lokasi lahan gambut yang terbakar di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (27/8/2026).
KUBU RAYA — Lahan gambut di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, menjadi salah satu titik konsentrasi pemadaman yang melibatkan personel gabungan Manggala Agni. Foto yang beredar menunjukkan sejumlah personel menjalankan shalat di tengah lokasi yang masih menyisakan asap, sebelum kembali bertugas memadamkan api di area terdampak.
Pengiriman pasukan tambahan ini menjadi sinyal bahwa penanganan karhutla tahun ini tidak hanya mengandalkan kekuatan daerah. Sebanyak 45 personel berasal dari luar Kalimantan Barat, yakni dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Mereka dilebur ke dalam satuan tugas Daops Kalimantan VIII/Pontianak yang selama ini menjadi garda terdepan di wilayah barat Pulau Kalimantan.
Luasnya area gambut yang terbakar serta sulitnya akses air menjadi alasan utama penambahan personel. Berbeda dengan kebakaran di lahan mineral, api di gambut merambat di bawah permukaan dan sulit terdeteksi dari udara. Butuh tenaga lebih untuk melakukan pembasahan secara manual dan membuat sekat kanal agar api tidak meluas ke kawasan produksi.
Kubu Raya sendiri merupakan kabupaten penyangga Pontianak yang memiliki banyak kawasan gambut. Ketika musim kemarau tiba, titik panas di wilayah ini kerap muncul secara bersamaan, memaksa petugas berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dalam waktu singkat.
Dengan tambahan personel, kebutuhan logistik seperti air minum, makanan, serta perlengkapan pemadam ikut meningkat. Koordinasi antara posko lapangan dan pusat pengendalian operasi di Pontianak menjadi kunci agar distribusi peralatan sampai tepat waktu. Personel yang bertugas di lokasi gambut umumnya bekerja dengan sistem shift untuk menghindari kelelahan akibat asap dan panas.
Pengerahan ini juga menjadi perhatian karena bertepatan dengan aktivitas ibadah. Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sejumlah petugas tetap menjalankan kewajiban shalat di sela-sela tugas, sebuah gambaran bahwa operasi pemadaman berlangsung tanpa henti.
Belum ada keterangan resmi mengenai luas total lahan yang terbakar di Kubu Raya. Namun, keberadaan personel tambahan menunjukkan bahwa status penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berada pada level siaga tinggi.