PONTIANAK — Dari enam mahasiswa baru disabilitas yang tercatat di IAIN Pontianak tahun ini, empat di antaranya adalah mahasiswa Tuli. Mereka kini mengikuti PBAK dengan didampingi Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang disiagakan kampus selama tiga hari penuh.
Satu mahasiswa Netra dan satu mahasiswa Grahita juga tergabung dalam kelompok mahasiswa baru berkebutuhan khusus tersebut. Total enam mahasiswa ini menjadi bagian dari angkatan 2026 yang mengikuti PBAK bertema "Membentuk Generasi Berakar, Adaptif, dan Berdampak".
Kehadiran JBI bukan sekadar formalitas. Penerjemah isyarat bertugas mendampingi mahasiswa Tuli di setiap sesi materi, mulai dari pengenalan sistem akademik hingga pembahasan moderasi beragama.
Layanan ini merupakan tahun kedua bagi IAIN Pontianak. Kerja sama dengan Yayasan Bhakti Arumi Delangga – Maktab Tuli As-Sami dilakukan untuk memastikan komunikasi berjalan setara antara narasumber dan mahasiswa Tuli.
M. Ramli, juru bahasa isyarat yang bertugas, mengaku bangga bisa mendampingi mahasiswa Tuli selama PBAK. Ia menilai kehadirannya sekaligus mengadvokasi Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) kepada mahasiswa baru dan civitas akademika.
Menurut Ramli, hal ini menunjukkan bahwa teman Tuli memiliki hak yang sama untuk belajar di perguruan tinggi. Pernyataan itu ia sampaikan di sela kegiatan PBAK, Senin (31/8/2026).
Langkah IAIN Pontianak ini merupakan bentuk nyata dari upaya mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif. Kebijakan tersebut sejalan dengan tujuan SDGs Indonesia 4.a, yang menekankan pembangunan fasilitas pendidikan ramah anak, ramah penyandang disabilitas, dan ramah gender.
Lebih dari sekadar fasilitas fisik, inklusi di kampus berarti memastikan setiap mahasiswa mendapat kesempatan yang sama untuk belajar, berpartisipasi, dan berkembang. Ketika akses dibuka dan komunikasi dijembatani, perbedaan tidak lagi menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk tumbuh dan meraih masa depan.
Kehadiran mahasiswa Tuli di perguruan tinggi menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak bermimpi dan memberi dampak. Kampus yang inklusif adalah kampus yang memastikan setiap suara—termasuk suara yang disampaikan melalui bahasa isyarat—didengar dan dihargai.