EKSPOSKALTIM, Pontianak – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini merambah ke jalur udara. Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama rombongan gagal mendarat di Bandara Supadio, Pontianak.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengungkapkan, jarak pandang di Pontianak saat itu hanya sekitar 100 meter. Kondisi ekstrem ini membuat pilot tidak berani melakukan pendaratan.
"Jarak pandang hanya sekitar 100 meter, sehingga pesawat tidak berani mendarat," kata Krisantus.
Akibatnya, seluruh agenda kunjungan Raja Juli Antoni ke sejumlah lokasi terdampak karhutla di Kalimantan Barat terpaksa ditunda. Jika cuaca membaik dan jarak pandang pulih, kunjungan akan dijadwalkan ulang, termasuk kemungkinan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Raja Juli sedianya meninjau langsung beberapa titik kritis terdampak karhutla. Lokasi yang masuk agenda antara lain kawasan Limbung, sekitar SMA Negeri 4, dan Rasau Jaya.
Setelah peninjauan lapangan, rombongan juga dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan terkait penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
Krisantus menegaskan pemerintah daerah tetap menyiapkan dukungan penuh bagi operasional penanganan karhutla di lapangan.