Rizki Juniansyah Absen di Asian Games 2026, Banding ke CAS Ditolak

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 27 September 2026 | 15:21:00 WIB
Lifter Rizki Juniansyah dipastikan absen di Asian Games 2026 setelah bandingnya ke CAS ditolak.

KALIMANTAN BARAT — Lifter Rizki Juniansyah dipastikan gagal tampil di Asian Games 2026 setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga menolak bandingnya atas skorsing sementara dari Federasi Angkat Besi Internasional. Keputusan ini menutup peluang juara Olimpiade dan juara dunia itu membela Indonesia di Aichi-Nagoya.

Skorsing sementara yang dijatuhkan IWF sebelum Asian Games berlangsung menjadi akar persoalan. Hukuman itu terkait dugaan pelanggaran pemberitahuan lokasi keberadaan, yaitu kesediaan atlet menjalani tes doping di luar kompetisi.

Rizki dan pihak terkait sempat mengajukan banding ke CAS demi membuka jalan tampil di Asian Games. Upaya itu kandas, sehingga nama Rizki tetap tak bisa masuk dalam kontingen Indonesia.

CAS Tolak Cabut Skorsing Sementara

Dalam pernyataan bersama PABSI, NOC Indonesia, dan Rizki Juniansyah, alur kasus ini digambarkan secara gamblang. CAS menolak permohonan pencabutan skorsing sementara yang diajukan atlet.

"Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah menolak untuk mencabut skorsing sementara yang dijatuhkan Federasi Angkat Besi Internasional. Dampaknya, Rizki tidak akan berpartisipasi di Asian Games Aichi-Nagoya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Pihak terkait menegaskan skorsing ini murni langkah prosedural sambil menunggu pemeriksaan lanjutan. Proses hukumnya sendiri belum memasuki tahap keputusan akhir soal ada atau tidaknya pelanggaran.

Bukan Kasus Zat Terlarang, Rizki Sanggah Tuduhan

Pernyataan bersama itu menegaskan kasus Rizki tidak melibatkan zat terlarang. Lifter berusia muda itu juga tidak pernah mencatatkan hasil tes positif sepanjang kariernya, termasuk pada pemeriksaan terakhir Agustus 2026.

"Keputusan ini bukan merupakan pernyataan bahwa Rizki sudah melakukan pelanggaran aturan anti-doping, dan proses yang berjalan baru saja dimulai. Kasus ini tidak melibatkan zat terlarang," tulis pernyataan tersebut.

Rizki menyanggah tuduhan yang dialamatkan padanya dan bersiap membela diri di hadapan sidang CAS. PABSI dan NOC Indonesia menyatakan dukungan penuh, sekaligus menyayangkan absennya atlet andalan di Nagoya.

"Rizki menyanggah tuduhan yang dialamatkan padanya dan akan membela diri di hadapan sidang CAS, dengan dukungan penuh dari PABSI dan NOC Indonesia," demikian pernyataan tersebut.

Dampak ke Kontingen Indonesia

Absennya Rizki menghilangkan salah satu peluang medali emas Indonesia di cabang angkat besi. Juara Olimpiade dan juara dunia itu sebelumnya menjadi tumpuan di kelasnya.

NOC Indonesia dan PABSI menyatakan bakal mengawal proses hukum lanjutan hingga tuntas. Keduanya menegaskan menghormati keputusan CAS dan seluruh mekanisme anti-doping yang berlaku.

"Kami menyayangkan bahwa Rizki, juara Olimpiade dan juara dunia, tidak bisa mewakili Indonesia di Nagoya. Kami berterima kasih pada tim, federasi, dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang ada," tulis pernyataan tersebut.

Pemeriksaan lanjutan di CAS bakal menentukan status Rizki ke depan, termasuk peluangnya kembali memperkuat timnas angkat besi Indonesia pada kejuaraan berikutnya.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top