KALIMANTAN BARAT — Arsenal meraih kemenangan 1-0 atas Liverpool di Anfield pada lanjutan Premier League, mengakhiri puasa kemenangan di markas lawan selama 13 kunjungan terakhir. Gol Kai Havertz menjadi pembeda, sementara Liverpool gagal mencatat satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.
Kemenangan Arsenal di Anfield bukan sekadar tiga poin. Mikel Arteta mengubah pendekatan dengan mengunci pertahanan setelah timnya unggul, dan strategi itu berhasil di stadion yang selama ini menjadi mimpi buruk bagi The Gunners.
Liverpool tampil agresif sesuai permintaan Andoni Iraola, tetapi kualitas umpan terakhir mereka jauh dari cukup. Organisasi pertahanan Arsenal menjadi tembok yang sulit ditembus.
Kai Havertz mencetak gol penentu setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Liverpool. Statistik menunjukkan Liverpool tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran, angka yang mempertegas dominasi taktis Arsenal di laga ini.
Florian Wirtz dua kali merepotkan pertahanan Arsenal, termasuk satu tembakan yang membentur mistar gawang. Namun peluang-peluang itu tidak cukup untuk menyelamatkan Liverpool dari kekalahan kandang.
Alexander Isak belum menunjukkan performa seperti yang diminta Iraola. Striker asal Swedia itu diminta menekan dari depan, tetapi tidak tampil sebagai pekerja keras yang diharapkan.
Bradley Barcola, rekrutan utama Liverpool, sempat terlibat dalam tekanan setelah gol Arsenal. Sayangnya, ia meredup seiring berjalannya pertandingan, sama seperti rekan-rekan penyerang lainnya.
Milos Kerkez masih tampil kacau di lini pertahanan. Di tengah situasi sulit, ada secercah harapan dari Jérémy Jacquet dan Trey Nyoni yang menunjukkan agresivitas di lapangan.
Bournemouth mencatat enam kemenangan beruntun dengan 16 gol tanpa balas. Marco Rose menambahkan soliditas defensif yang tidak selalu hadir di era Iraola.
Djordje Petrovic belum kebobolan sejak kekalahan 5-1 dari Chelsea pada 10 Oktober. "Pertandingan melawan Chelsea adalah momen kami mengubah momentum," kata Petrovic setelah mengalahkan Leeds.
Rose mengakui awal musim yang berat di Premier League mengubah persepsi dan memaksanya berpikir ulang. "Semua orang di tim, mulai dari penyerang, menjalankan tugasnya baik secara ofensif maupun defensif," ujarnya.
Roméo Lavia menyelesaikan 90 menit penuh pertamanya sebagai pemain Chelsea saat kalah dari Liverpool di Carabao Cup. Itu menjadi tonggak penting bagi gelandang yang terus berjuang melawan cedera sejak bergabung dari Southampton tiga tahun lalu.
Lavia melanjutkan dengan penampilan 90 menit kedua saat Chelsea mengalahkan Manchester United 2-0. Ia menciptakan gol pembuka untuk Morgan Rogers.
"Selama saya merasa baik, saya akan melakukan segalanya untuk membantu tim mendapatkan hasil seperti ini," kata Lavia. "Kerja sama dengan semua orang di klub berjalan baik. Tinggal menjaga momentumnya."
Kekalahan dari Arsenal membuat Liverpool tertinggal sembilan poin dengan seperempat musim sudah berjalan. Musim Liverpool berisiko berubah menjadi fase pembangunan ulang ketimbang perburuan gelar.
Skuad yang diwarisi Iraola masih menanggung beban dari pembangunan ulang musim panas 2025 yang gagal. Sementara Arsenal terus menjaga jarak di puncak klasemen.