Sean Strickland kembali mengguncang dunia MMA setelah meraih kemenangan split decision atas Khamzat Chimaev dalam duel utama UFC 328. Keberhasilan petarung berjuluk "Tarzan" dalam mempertahankan ritme di ronde kelima menjadi kunci utama untuk meredam dominasi gulat lawan.
Sean Strickland membuktikan statusnya sebagai penghancur prediksi setelah menumbangkan Khamzat Chimaev di UFC 328. Bertarung sebagai underdog dengan rasio taruhan +375, petarung asal Amerika Serikat ini menang lewat keputusan juri yang sangat tipis setelah melewati lima ronde penuh aksi di dalam oktagon.
Kemenangan ini mengulangi memori manis Strickland saat merebut sabuk juara dari Israel Adesanya pada 2023 silam. Meski Chimaev datang dengan status unggulan utama, Strickland mampu menetralisir senjata utama lawannya dan memaksa pertarungan berlangsung dalam adu serangan berdiri yang menguras stamina.
Ronde Kelima Jadi Penentu Kemenangan Dramatis Strickland
Ketegangan memuncak pada ronde kelima yang menjadi pembeda hasil akhir di meja juri. Pada interval krusial ini, Strickland mengikuti instruksi pelatihnya untuk tidak sekadar mengandalkan jab, melainkan mulai mengombinasikannya dengan pukulan kanan yang mendarat telak berkali-kali ke wajah Chimaev.
Chimaev sebenarnya mencoba membalas dengan intensitas serangan yang sama kuat. Namun, Strickland yang unggul dalam volume serangan berhasil mendaratkan lebih banyak pukulan bersih. Upaya takedown yang dilakukan Chimaev di menit-menit akhir ronde penutup juga gagal membuahkan hasil signifikan.
Kemampuan Strickland untuk langsung bangkit atau bertahan dari bantingan membuat dua dari tiga juri memberikan keunggulan poin untuknya di ronde pamungkas. Momen ini sekaligus mematahkan momentum Chimaev yang sempat tampil dominan di ronde sebelumnya.
Aksi Comeback Setelah Tertekan di Ronde Pembuka
Jalannya laga tidak dimulai dengan mudah bagi Strickland karena Chimaev langsung mendominasi ronde pertama melalui kemampuan gulatnya. Petarung berjuluk "Borz" tersebut sempat mengunci Strickland di lantai oktagon dan melancarkan berbagai upaya kuncian leher yang sangat berbahaya.
Memasuki ronde kedua, situasi berbalik ketika Strickland sukses menggagalkan upaya bantingan Chimaev dan justru menekan lawan di posisi bawah. Keberhasilan menahan kontrol atas selama beberapa menit memberikan kepercayaan diri besar bagi Strickland untuk menguasai jalannya laga pada ronde-ronde berikutnya.
Ronde ketiga sepenuhnya menjadi panggung bagi Strickland melalui adu striking. Jab tajam miliknya terus mengoyak pertahanan Chimaev hingga membuat hidung petarung kelahiran Chechnya itu berdarah. Ketiga juri sepakat memberikan nilai keunggulan bagi Strickland pada periode ini karena aktivitas serangannya yang jauh lebih tinggi.
Bedah Skor Juri: Sal D'Amato dan Eric Colon Menangkan Strickland
Dua juri, Sal D'Amato dan Eric Colon, memberikan skor 48-47 untuk kemenangan Sean Strickland. Sementara itu, juri Sue Sanidad memberikan skor serupa 48-47 namun untuk keunggulan Khamzat Chimaev. Perbedaan pandangan juri ini terletak pada penilaian mereka terhadap efektivitas serangan di ronde kelima.
Berdasarkan catatan resmi, ketiga juri memiliki penilaian seragam untuk empat ronde awal. Mereka memberikan ronde pertama dan keempat untuk Chimaev, serta ronde kedua dan ketiga untuk Strickland. Penentuan pemenang mutlak bergantung pada siapa yang dianggap lebih dominan di lima menit terakhir pertandingan.
Statistik akhir menunjukkan bahwa strategi Strickland untuk menjaga pertarungan tetap pada posisi berdiri terbukti ampuh. Chimaev yang biasanya tampil beringas tampak kesulitan menghadapi daya tahan serta volume pukulan Strickland yang konstan hingga bel akhir berbunyi.