KALIMANTAN BARAT — BC Place, Vancouver, akan menjadi saksi pertarungan dua tim yang sama-sama menunjukkan ketahanan mental di Piala Dunia 2026. Swiss, yang sempat ragu di awal turnamen, kini menjelma menjadi mesin yang sulit dihentikan. Sementara Kolombia datang dengan rekor impresif: lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga terakhir.
Johan Manzambi, Anak Muda yang Mengubah Wajah Swiss
Swiss memulai turnamen dengan lesu. Hasil imbang 1-1 melawan Qatar di laga perdana membuat banyak pihak meragukan kapasitas mereka. Namun, semuanya berubah pada 18 Juni saat mereka menghancurkan Bosnia dan Herzegovina 4-1.
Yang menarik, semua gol di laga itu baru tercipta setelah menit ke-74. Dua pemain pengganti, Johan Manzambi (20 tahun) dan Ruben Vargas, menjadi katalis perubahan. Pelatih Murat Yakin pun tak ragu menjadikan mereka starter di laga penentu melawan Kanada, yang berhasil dimenangi 2-1 dan mengantar Swiss lolos sebagai juara Grup B.
Di babak 32 besar, Manzambi kembali menjadi aktor penting. Ia memberikan assist untuk gol pembuka Breel Embolo di menit ke-10 yang membawa Swiss menekuk Aljazair 2-0. "Dia pemain spesial," kata Yakin tentang Manzambi dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
Kolombia: Satu Langkah dari Sempurna
Tim asuhan Nestor Lorenzo tak kalah cemerlang. Mereka memuncaki Grup K dan menyingkirkan Ghana dengan skor tipis 1-0 di babak 32 besar. Kemenangan ini terasa lebih manis karena Ghana sebelumnya mampu menahan imbang Inggris tanpa gol.
Satu-satunya noda di catatan Kolombia adalah hasil imbang 0-0 melawan Portugal di laga terakhir fase grup. Sebenarnya, mereka nyaris menang andai gol Davinson Sanchez di masa injury time tidak dianulir karena offside. Ini menunjukkan betapa solidnya lini belakang Kolombia yang jarang kebobolan.
Kunci Pertandingan: Pertarungan Sayap dan Transisi
Swiss mengandalkan kecepatan Vargas dan kreativitas Manzambi di sisi sayap. Kolombia, dengan pengalaman pemain-pemain seperti James Rodriguez dan Rafael Santos Borre, lebih suka mengontrol tempo. Pertarungan di lini tengah akan menentukan siapa yang mampu menguasai ritme permainan.
Kedua tim sama-sama tangguh dalam situasi tekanan. Swiss sudah membuktikan bisa bangkit dari situasi sulit, sementara Kolombia memiliki rekor pertahanan yang solid. Duel ini akan menjadi ujian sebenarnya bagi ambisi masing-masing untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.