NANGA PINOH — Panitia Gawai Dayak XVIII Kabupaten Melawi mulai mematangkan seluruh persiapan teknis menyambut pesta budaya tahunan masyarakat Dayak. Persiapan ini diawali dengan rapat koordinasi seluruh seksi yang berlangsung di Sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi, Jalan Kota Baru Km 5, Nanga Pinoh, Sabtu (9/5/2026) malam.
Evaluasi progres ini bertujuan memastikan setiap bidang kepanitiaan bekerja maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Fokus utama panitia saat ini adalah menyelaraskan persepsi agar agenda besar tersebut berjalan tertib dan memberikan dampak nyata bagi pelestarian adat.
Jadwal dan Lokasi Gawai Dayak XVIII Melawi 2026
Ketua Panitia Gawai Dayak XVIII Kabupaten Melawi, Saleh Tapa, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh. Perhelatan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 28 hingga 31 Mei 2026.
Saleh Tapa mengingatkan jajaran pengurus bahwa waktu persiapan yang tersisa harus dimanfaatkan secara efektif. Menurutnya, koordinasi antarbidang mulai dari seksi acara, perlengkapan, hingga keamanan menjadi kunci keberhasilan acara di lapangan nanti.
“Mari kita bersama-sama sukseskan acara gawai ini dengan tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa tanggung jawab bersama. Gawai Dayak bukan hanya milik panitia atau Dewan Adat Dayak, tetapi milik seluruh masyarakat Melawi yang harus kita jaga dan sukseskan bersama,” ujar Saleh Tapa saat memberikan arahan di hadapan pengurus inti.
Fokus pada Identitas Budaya dan Edukasi Generasi Muda
Selain kemeriahan seremonial, panitia menekankan bahwa Gawai Dayak tahun ini membawa misi edukasi yang kuat. Keberhasilan acara tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga sejauh mana pesan budaya tersampaikan kepada generasi muda di Kabupaten Melawi.
Saleh menegaskan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah “Dayak Bebiris’ Sigik Nyuruh Bisik’ Seloka Nyuruh Berada: Budaya Zaman Tuha, Resistensi Masyarakat Adat Dayak di Tengah Kemajuan Zaman.” Tema tersebut harus terinternalisasi dalam setiap cabang lomba dan penampilan seni yang disuguhkan.
“Tema ini mengandung pesan kuat bahwa budaya Dayak harus tetap berdiri kokoh. Melalui Gawai Dayak, kita ingin menunjukkan bahwa adat dan tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi kekuatan masa depan yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Kesiapan Teknis Lintas Bidang dan Pameran UMKM
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah poin teknis dibahas secara mendalam, termasuk kesiapan venue utama, pengaturan stand pameran, hingga skema keamanan di sekitar Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan. Panitia juga merancang rangkaian perlombaan tradisional yang diharapkan mampu menarik partisipasi luas dari masyarakat.
Bidang publikasi dan dokumentasi diminta bekerja ekstra untuk menyebarluaskan informasi agar gaung Gawai Dayak XVIII ini menjangkau hingga ke pelosok desa. Saleh berharap keterlibatan aktif masyarakat lokal dapat memperkuat eksistensi budaya Dayak di Bumi Uranium.
“Setiap bidang memiliki peran yang sangat vital. Karena itu saya berharap seluruh panitia bekerja dengan penuh komitmen, saling berkoordinasi, dan menyelesaikan setiap tantangan secara bersama. Kita ingin menghadirkan Gawai Dayak yang tertib, berkelas, dan menjadi kebanggaan masyarakat Melawi,” tegas Saleh.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh warga untuk hadir dan menyemarakkan pesta budaya tersebut dengan tertib. Persiapan matang ini diharapkan mampu menjadikan Gawai Dayak 2026 sebagai momentum mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Melawi.