JAKARTA — Pertamina Patra Niaga resmi mengikat kerja sama jual beli gas bumi dengan Indo Sino Oil and Gas (ISOG) untuk mendukung operasional Refinery Unit V Balikpapan di Kalimantan Timur. Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) itu mencakup pasokan dari Lapangan Karamba WK Wain dan akan berlaku hingga 2037.
Penyaluran perdana gas bumi direncanakan mulai 28 Mei 2026. Gas tersebut akan digunakan untuk menunjang proses pengolahan energi di kilang, termasuk proyek strategis Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Mengapa Pasokan Gas Ini Krusial untuk Kilang Balikpapan?
Menurut Direktur Niaga Pertamina Patra Niaga, Erwin Suryadi, ketersediaan gas bumi menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kilang. Tanpa pasokan gas yang stabil, kilang tidak bisa menghasilkan produk BBM rendah sulfur (low sulfur) yang kini menjadi standar nasional.
“Momentum ini sangat berharga karena membuktikan bahwa kolaborasi antara hulu dan hilir merupakan sebuah keniscayaan yang harus dibangun bersama. Untuk menghasilkan produk BBM rendah sulfur, dibutuhkan dukungan pasokan gas yang andal,” ujar Erwin dalam keterangan resmi yang diterima Suara Kalbar.
Apresiasi dari SKK Migas: Target Lifting 2026 Jadi Prioritas
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Desti Melani, turut menyaksikan proses penandatanganan. Ia menekankan bahwa sinergi antara pelaku usaha hulu migas dan Pertamina Patra Niaga sebagai offtaker sangat penting untuk mengoptimalkan produksi gas nasional.
“Kami berharap Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga dapat menyerap hasil produksi gas secara optimal, termasuk dari WK Wain, sehingga dapat mendukung target lifting dan penerimaan negara tahun 2026,” kata Desti.
Potensi Kerja Sama Lanjutan: Lapangan Mentawir Juga Dilirik
Dalam kesempatan yang sama, kedua perusahaan juga membuka peluang pengembangan kerja sama lanjutan. Gas dari Lapangan Mentawir berpotensi dialirkan untuk memenuhi kebutuhan Refinery Unit V Balikpapan dan proyek RDMP Balikpapan di masa mendatang.
Prosesi penandatanganan turut disaksikan oleh Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Ufo Budiarius Anwar, Kepala Departemen Komersialisasi Gas Bumi SKK Migas Selvi, serta Buddy Beer selaku President and General Manager Pandawa Prima Lestari yang merupakan mitra ISOG.
Melalui langkah ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan pasokan energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.