PONTIANAK — Jakarta Bhayangkara Presisi menjalani latihan ringan sehari menjelang laga semifinal AVC Men’s Volleyball Champions League 2026. Tim besutan Reidel Toiran itu menggelar persiapan terakhir di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Jumat (15/5/2026).
Evaluasi Error Jadi Pekerjaan Rumah Utama
Reidel Toiran mengakui bahwa evaluasi dari pertandingan sebelumnya menjadi perhatian serius. Ia menilai kesalahan-kesalahan teknis harus diminimalisir agar permainan tim lebih stabil di babak empat besar nanti.
“Kami ingin di pertandingan besok kesalahan-kesalahan dari laga sebelumnya bisa dikurangi. Tim harus lebih maksimal dalam setiap poin,” ujar Reidel, Jumat.
Chemistry Pemain Semakin Solid, Termasuk Legiun Asing
Selain pembenahan teknis, kekompakan tim disebut terus meningkat. Proses adaptasi para pemain, termasuk pemain asing, berjalan cepat berkat suasana tim yang harmonis. Reidel menambahkan, tim sudah menjalani latihan bersama selama lebih dari satu minggu.
“Chemistry pemain sudah bagus. Suasana tim juga sangat mendukung, pemain asing pun cepat beradaptasi karena semua saling terbuka seperti keluarga,” katanya.
Semifinalis Dianggap Seimbang, Siapa Paling Stabil yang Menang
Menghadapi lawan di babak empat besar, Reidel menegaskan timnya tidak merasa gentar. Ia menilai semua semifinalis memiliki kekuatan yang setara. Faktor penentu kemenangan, menurutnya, adalah stabilitas dan kekompakan di lapangan.
“Tidak boleh takat, tapi harus saling respect. Yang penting siapa yang paling stabil dan kompak di lapangan, itu yang akan menang,” tegasnya.
Kondisi Fisik Pemain Prima Jelang Laga Hidup Mati
Reidel memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima setelah menjalani rangkaian pertandingan dan latihan intensif. Menjelang laga semifinal, tim hanya menjalani latihan ringan untuk menjaga kebugaran fisik. Dengan persiapan yang matang, Jakarta Bhayangkara Presisi optimistis mampu tampil maksimal dan mengamankan tiket menuju partai puncak AVC Men’s Volleyball Champions League 2026 di Pontianak.