KALIMANTAN BARAT — Kegembiraan suporter Bournemuth sempat meledak di City Ground saat Marcus Tavernier mencetak gol penyeimbang di babak kedua. Namun, euforia itu berubah menjadi kekecewaan setelah hasil pertandingan lain memupus harapan mereka menembus empat besar.
Gol Penalti Gibbs-White dan Balasan Cepat Tavernier
Forest unggul lebih dulu melalui tendangan bebas indah Morgan Gibbs-White. Gelandang yang kecewa tidak masuk skuad Timnas Inggris itu membuktikan kualitasnya dengan gol ke-15 musim ini, hanya kalah dari Erling Haaland, Igor Thiago, dan Antoine Semenyo di daftar pencetak gol.
Bournemouth merespons cepat. Adrien Truffert, bek kiri yang disebut sebagai salah satu pembelian terbaik musim ini, menjadi motor serangan. Umpan terobosannya ke Tavernier diakhiri dengan tembakan first-time yang tak mampu dihalau Matz Sels.
Villa Bungkam City, Liverpool Gagal Menang: Mimpi Champions Buyar
Di saat Bournemouth unggul, hasil dari Etihad Stadium sempat membuat mereka berharap. Aston Villa mengejutkan Manchester City dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Ollie Watkins, sementara Liverpool hanya bermain imbang melawan Brentford.
“Saya sempat merayakan ketika City menyamakan kedudukan 2-2, tapi ternyata gol dianulir,” kata Andoni Iraola, pelatih Bournemouth. Kombinasi hasil itu membuat posisi keempat tetap menjadi milik Villa, meninggalkan Bournemouth dengan satu tiket ke Liga Europa.
Perjalanan dari Degradasi ke Panggung Eropa
Empat tahun lalu Bournemouth masih bermain di Championship. Tujuh belas tahun sebelumnya, klub ini nyaris bangkrut. Kini, mereka mengamankan tempat di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah.
“Saya pikir ini pencapaian paling luar biasa,” ujar Iraola yang namanya terus dinyanyikan suporter. Di akhir laga, pendukung Forest pun memberikan tepuk tangan untuk tim tamu. “Ada sampanye di ruang ganti sekarang, para pemain akan merayakan.”
Masa Depan Iraola: Antara Crystal Palace dan Leverkusen
Masa depan pelatih asal Spanyol itu masih abu-abu. Ia menjadi target utama Crystal Palace, namun juga diminati Bayer Leverkusen. “Saya akan mengambil waktu untuk memutuskan,” kata Iraola yang akan tetap di Bournemouth hingga Juli karena urusan sekolah anak-anaknya.
Marco Rose, kandidat pengganti, dijadwalkan mengadakan pertemuan di Bournemouth pada Senin (26/5). Sementara itu, Bournemouth akan menggelar pesta staf di tepi pantai sebagai perayaan akhir musim bersejarah.
Bagi Gibbs-White, musim ini berakhir dengan rasa pahit meski statistiknya impresif. “Saya tahu saya sudah melakukan lebih dari cukup untuk masuk skuad. Saya hanya berada di sisi yang salah dari opini seseorang,” ujarnya merujuk keputusan pelatih Thomas Tuchel.