PONTIANAK — Rencana pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kalimantan Barat hingga Malaysia dan Brunei kembali mencuat. Proyek bernama Trans Borneo ini memiliki total panjang lintasan mencapai 1.620 kilometer, menjadikannya salah satu proyek infrastruktur perkeretaapian terbesar di Pulau Kalimantan.
Rute Lintasan: Dari Pontianak ke IKN hingga Brunei dan Sabah
Berdasarkan dokumen perencanaan yang beredar, jalur kereta cepat ini akan dimulai dari Pontianak, Kalimantan Barat. Dari sana, jalur akan membentang ke arah timur melintasi wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, dengan titik akhir di IKN Nusantara.
Selain menghubungkan kota-kota di dalam negeri, proyek ini juga direncanakan menjangkau Brunei Darussalam dan Sabah, Malaysia. Hal ini menjadikan Trans Borneo sebagai proyek kereta api lintas batas negara pertama di Pulau Kalimantan.
Kaitan dengan Proyek TBR Brunergy
Rencana Trans Borneo disebut-sebut memiliki keselarasan dengan proyek kereta api yang tengah dikembangkan oleh TBR Brunergy. Perusahaan asal Brunei itu sebelumnya telah mengumumkan rencana pembangunan jalur kereta api di kawasan Kalimantan untuk mendukung logistik energi dan sumber daya alam.
Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia mengenai kerja sama langsung dengan TBR Brunergy. Namun, kesamaan rute dan visi pengembangan konektivitas regional membuat kedua proyek ini dinilai saling melengkapi.
Apa Dampak bagi Warga Kalimantan Barat?
Jika terealisasi, warga Pontianak dan sekitarnya akan mendapatkan akses transportasi darat cepat menuju kota-kota besar di Kalimantan Timur, bahkan hingga ke luar negeri. Saat ini, perjalanan darat dari Pontianak ke Samarinda memakan waktu lebih dari 20 jam melalui jalur darat yang sebagian besar belum beraspal mulus.
Kehadiran kereta cepat diproyeksikan memangkas waktu tempuh secara signifikan. Selain itu, distribusi barang dan hasil bumi dari Kalimantan Barat ke pasar regional seperti Brunei dan Sabah diperkirakan akan lebih efisien.
Tantangan dan Tahapan Selanjutnya
Meski ambisius, proyek ini masih dalam tahap kajian dan pembahasan antar pemerintah daerah serta kementerian terkait. Pembebasan lahan, pendanaan triliunan rupiah, serta koordinasi lintas negara menjadi tiga tantangan utama yang harus diselesaikan.
Belum ada kepastian jadwal dimulainya pembangunan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sendiri masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai kelanjutan proyek ini.
Kapan Warga Bisa Menikmati Kereta Cepat Ini?
Belum ada jadwal pasti. Proyek ini masih dalam tahap perencanaan awal dan membutuhkan studi kelayakan serta pendanaan yang matang. Pemerintah daerah berharap proses kajian dapat dipercepat agar warga Kalimantan Barat segera merasakan manfaat konektivitas kereta api lintas batas.