KALIMANTAN BARAT — Final Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain akhir pekan ini menjadi edisi pertama sejak 1992 yang tak bisa ditonton gratis oleh publik Inggris. Hak siar turnamen elite Eropa itu telah lama lepas dari ITV dan kini dipegang TNT Sports. Sebelumnya, setiap tahun TNT masih menyediakan akses gratis melalui YouTube atau Discovery+.
Tahun ini kebijakan berubah. Tak ada opsi gratis untuk final Liga Champions, Liga Europa, maupun Liga Konferensi. Suporter yang ingin menonton harus berlangganan HBO Max seharga £4,99 per bulan—meski sebagian besar pelanggan Sky sudah mendapat akses tersebut tanpa biaya tambahan.
PM Inggris Ikut Bersuara, TNT Beralasan "Nilai Ekonomi"
Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer secara terbuka menyesalkan keputusan TNT Sports. Dalam pernyataan resmi, ia menyebut "pekerja keras tak perlu khawatir merogoh kocek untuk berlangganan demi menonton pertandingan sebesar ini."
Sembilan klub Premier League yang tampil di kompetisi Eropa musim ini bergabung dalam satu suara. Mereka mendesak TNT agar final Liga Champions tetap bisa diakses gratis, dengan kampanye bertajuk "Football is for the fans" yang dirilis pada 28 Mei 2026.
TNT Sports merespons tanpa memberikan alasan spesifik perubahan kebijakan. Mereka hanya menyebut harga langganan £4,99 sudah "sangat terjangkau" karena sudah termasuk akses ke seluruh konten hiburan HBO Max. "Ini mewakili nilai luar biasa bagi penggemar untuk menyaksikan penutup kompetisi," demikian pernyataan resmi mereka.
Hak Siar Segera Berganti, TNT Dituding "Peras" di Menit Akhir
Pengamat menilai keputusan ini tak lepas dari fakta bahwa masa hak siar TNT Sports untuk tiga kompetisi UEFA akan segera berakhir. Mulai musim 2027/28, Paramount akan memegang hak siar Liga Champions, sementara Sky Sports mengambil alih Liga Europa dan Liga Konferensi.
Artinya, TNT kemungkinan ingin memaksimalkan keuntungan di sisa masa kontrak. Langkah ini semakin kontras karena pemerintah Inggris sebelumnya menolak usulan House of Lords untuk memasukkan final Liga Champions ke dalam daftar "crown jewel events"—acara yang wajib disiarkan televisi gratis, seperti Wimbledon atau Grand National.
BBC Sport melaporkan bahwa pemerintahan saat ini belum berencana meninjau ulang keputusan tersebut. Dengan demikian, suporter Inggris harus merogoh kocek jika ingin menyaksikan siapa yang akan mengangkat trofi Si Kuping Besar musim ini.