Pencarian

Progres Jembatan Beton Komposit Sungai Bakau Besar Darat Mempawah Capai 40 Persen, Akses Warga ke Pusat Ekonomi Makin Dekat

Senin, 22 Juni 2026 • 16:17:32 WIB
Progres Jembatan Beton Komposit Sungai Bakau Besar Darat Mempawah Capai 40 Persen, Akses Warga ke Pusat Ekonomi Makin Dekat
Progres pembangunan Jembatan Beton Komposit Sungai Bakau Besar Darat di Mempawah telah mencapai 40 persen.

MEMPAWAHPembangunan Jembatan Sungai Bakau Besar Darat di Kabupaten Mempawah memasuki fase krusial. Progres fisik proyek infrastruktur penghubung antarwilayah itu telah menembus angka 40 persen, menjadi sinyal positif bagi percepatan konektivitas dan roda ekonomi warga setempat.

Jembatan Beton Komposit: Solusi Akses yang Lebih Kuat dan Tahan Lama

Jembatan ini menggunakan struktur beton komposit, material yang dikenal lebih kokoh dan perawatannya lebih murah dibanding jembatan kayu konvensional. Pemilihan material ini disesuaikan dengan kondisi tanah gambut di pesisir Mempawah yang kerap menjadi tantangan pembangunan.

“Dengan konstruksi beton komposit, umur jembatan diproyeksikan lebih panjang dan mampu menahan beban kendaraan pengangkut hasil bumi,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mempawah, dalam keterangan yang diterima media, Senin lalu.

Dampak Langsung: Dari Ongkos Angkut hingga Harga Sembako

Selama ini, warga di tiga desa di Kecamatan Sungai Bakau Besar Darat harus memutar hingga belasan kilometer untuk menjangkau pasar induk di Kecamatan Mempawah Hilir. Kondisi jalan berlumpur saat musim hujan kerap membuat biaya angkut hasil perkebunan dan perikanan melonjak.

Ketika jembatan ini beroperasi penuh, jarak tempuh ke pusat kecamatan dipangkas drastis. Dampak langsung yang dirasakan warga adalah penurunan biaya logistik, yang pada gilirannya berpotensi menekan harga kebutuhan pokok di tingkat desa.

Target Rampung dan Tahapan Pekerjaan Selanjutnya

Proyek yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mempawah ini menelan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Pekerjaan yang masih berjalan meliputi pengecoran gelagar utama dan pembangunan oprit (jalan pendekat) di kedua sisi jembatan.

Kontraktor pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan struktur utama selesai pada kuartal ketiga tahun ini, disusul pemasangan railing dan aspal jalan pendekat. Jika cuaca mendukung, jembatan sepanjang 60 meter ini bisa diresmikan sebelum akhir tahun 2025.

Bagaimana Dampak Jembatan Ini bagi Warga Sekitar?

Warga yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Pasokan hasil bumi ke kota kabupaten bisa lebih cepat dan segar, sehingga nilai jual komoditas lokal meningkat.

Selain itu, akses ke fasilitas kesehatan dan pendidikan di perkotaan juga menjadi lebih mudah. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menyeberang sungai dengan rakit darurat kini bisa menggunakan jembatan permanen dengan aman.

Kapan Warga Bisa Mulai Menggunakan Jembatan Ini?

Pemerintah Kabupaten Mempawah menargetkan jembatan ini bisa difungsikan secara terbatas pada akhir tahun 2025. Namun, untuk penggunaan penuh dengan beban kendaraan berat, warga harus menunggu hingga seluruh proses pengaspalan dan pemasangan rambu lalu lintas rampung pada awal 2026.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks