KALIMANTAN BARAT — Palmer harus menyaksikan rekan-rekannya berlaga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dari layar kaca. Manajer Inggris Thomas Tuchel lebih memilih Marcus Rashford, Anthony Gordon, Noni Madueke, dan Bukayo Saka sebagai opsi di sisi sayap.
Palmer Yakin Punya Kualitas Berbeda
Dalam wawancara dengan The Times, Palmer mengakui keputusan Tuchel sulit diterima. Namun ia tak mau larut dalam kekecewaan.
"Ya, tentu saja, itu menyenangkan, tapi saya tidak ada di sana. Saya tahu apa yang bisa saya tawarkan — sesuatu yang berbeda dari pilihan manajer," kata Palmer.
Gelandang serang Chelsea itu menegaskan dirinya punya tipikal permainan yang tak dimiliki pemain sayap murni. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang atau second striker, bukan sekadar pemain sayap dengan kecepatan.
Semangat Balas Dendam ke Tuchel
Palmer tak menyesali keputusannya. Ia justru menjadikan pencoretan ini sebagai motivasi ekstra.
"Ini seperti hal lainnya. Jika Anda diberi tahu bahwa pada dasarnya Anda tidak cukup baik, maka Anda pasti ingin membuktikan bahwa orang-orang itu salah," ungkapnya.
Pemain yang musim lalu mencetak 22 gol di Premier League itu bertekad tampil tajam bersama Chelsea musim depan. Ia ingin performanya di klub membuat Tuchel menyesali keputusannya.
Inggris Bersiap Hadapi Meksiko
Saat ini Inggris sudah menginjakkan kaki di babak 16 besar Piala Dunia 2026. The Three Lions dijadwalkan melawan Meksiko di Azteca Stadium, Senin (6/7) pagi WIB.
Tuchel tak banyak berkomentar soal keputusan tidak membawa Palmer. Ia menilai skuad yang dibawanya sudah sesuai dengan kebutuhan taktik di turnamen tersebut.
Palmer sendiri akan fokus pada persiapan musim depan bersama Chelsea. Ia berharap bisa tampil konsisten dan membuktikan bahwa tempatnya di Timnas Inggris bukan sekadar mimpi.