PONTIANAK — Cuaca panas yang menyengat ditambah jadwal pemadaman listrik bergilir dalam beberapa hari terakhir membuat risiko kebakaran di permukiman dan ruko di Kalimantan Barat meningkat. Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalbar mengimbau warga untuk lebih disiplin mematikan dan mencabut peralatan elektronik saat meninggalkan rumah. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran.
Langkah Pencegahan di Tengah Cuaca Ekstrem
Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen, menekankan kebiasaan mencabut steker menjadi kunci utama. Ia meminta masyarakat tidak meninggalkan perangkat seperti kipas angin, mesin cuci, dispenser, dan televisi dalam keadaan terhubung ke stop kontak saat rumah kosong.
"Saya menyarankan masyarakat apabila meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, apalagi sekarang ini listrik sering padam, peralatan listrik yang tidak dipergunakan sebaiknya dicabut dari stop kontak," ujar Eddy kepada Suarakalbar.co.id, Minggu (5/7/2026).
Ia juga secara spesifik menyoroti bahaya pengisi daya ponsel palsu. Charger non-original yang terus tercolok dapat mengalami panas berlebih dan memercikkan api. "Kalau tidak digunakan, cabut saja seluruh peralatan elektronik dari stop kontak," tegasnya.
Stop Kontak Bertumpuk dan Instalasi Tua Jadi Ancaman
Selain soal kebiasaan mencabut steker, Eddy mengingatkan bahaya membebani satu stop kontak dengan terlalu banyak perangkat. Penggunaan terminal listrik bertumpuk atau kabel sambungan tidak standar menjadi penyebab umum korsleting.
Pemilik rumah dan ruko, terutama bangunan tua, diminta rutin memeriksa instalasi listrik. Kabel terkelupas, stop kontak longgar, atau sambungan aus harus segera diganti oleh teknisi berkompeten. Risiko percikan api dari instalasi rusak disebut semakin tinggi saat tegangan listrik tidak stabil akibat pemadaman bergilir.
Warga Padat Penduduk Diminta Siapkan APAR atau Pasir
Forkom Damkar Swasta Kalbar secara khusus menyoroti kawasan padat penduduk. Jika api sudah menyala, penjalaran ke bangunan tetangga bisa terjadi sangat cepat dan memperbesar kerugian material serta ancaman jiwa.
Sebagai langkah antisipasi, warga didorong menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah atau tempat usaha. Jika belum memiliki APAR, ember berisi pasir bisa menjadi alternatif darurat untuk memadamkan api kecil sebelum petugas tiba.
"Khusus di lingkungan padat penduduk, jangan menyimpan barang-barang yang mudah terbakar di dekat sumber panas atau instalasi listrik. Pastikan juga akses keluar rumah tidak terhalang," pungkas Eddy.