PONTIANAK — Google memperkenalkan dua pengaturan baru, yakni Riwayat Layanan Penelusuran dan Rekomendasi yang Dipersonalisasi. Kebijakan ini tidak hanya mengatur personalisasi layanan dan masa penyimpanan data, tetapi juga memperluas cakupan media yang bisa disimpan saat pengguna memanfaatkan berbagai layanan pencarian Google.
Foto yang diambil melalui Google Lens, rekaman suara untuk pencarian, hingga audio dari fitur latihan berbicara di Google Translate kini masuk dalam kategori data yang dapat disimpan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan, termasuk pelatihan model AI.
Layanan Apa Saja yang Terdampak?
Kebijakan baru ini tidak terbatas pada Google Search. Perusahaan raksasa teknologi itu menyebutkan bahwa perubahan juga mencakup Google Maps, Google Shopping, Google Flights, Google Hotels, Google Translate, dan Google News.
Google menjelaskan bahwa sebagian data disimpan sementara untuk mendukung fungsi produk. Namun, data tertentu dapat dipertahankan lebih lama guna pengembangan teknologi AI dan peningkatan keamanan.
Bisakah Pengguna Menolak?
Google menyatakan bahwa pengguna tetap memiliki kendali atas data pribadinya. Melalui halaman pengaturan riwayat layanan penelusuran, pengguna dapat menonaktifkan penyimpanan media maupun riwayat pencarian.
Pengguna juga bisa mengatur penghapusan otomatis data setelah tiga, 18, atau 36 bulan. Yang perlu dicermati, pengaturan data pencarian kini terpisah dari menu Aktivitas Web & Aplikasi. Artinya, perubahan pada salah satu pengaturan tidak otomatis berlaku pada yang lainnya.
Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?
Pengguna yang ingin membatasi penggunaan data untuk personalisasi maupun pelatihan AI disarankan meninjau kembali seluruh pengaturan privasi akun Google secara berkala. Langkah ini penting karena kebijakan baru memperluas jenis data yang bisa dikumpulkan tanpa mengubah pengaturan lama secara otomatis.
Langkah Google ini sejalan dengan tren industri teknologi yang semakin mengandalkan data yang dihasilkan pengguna untuk menyempurnakan sistem kecerdasan buatan. Perusahaan terus mendorong personalisasi layanan sembari mengklaim tetap memberikan opsi kontrol kepada pengguna.