BENGKAYANG — Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis menyerahkan KIA secara simbolis kepada para siswa di Aula SMP Negeri 1 Bengkayang, Selasa. Dalam kunjungan itu, ia meninjau proses pembuatan KIA yang digelar oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.
Mengapa Capaian KIA Masih Rendah?
Sekretaris Disdukcapil Bengkayang Akam mengakui ada sejumlah tantangan geografis. Wilayah Bengkayang yang luas terdiri dari pegunungan dan kepulauan, ditambah keterbatasan akses transportasi, listrik, dan jaringan internet di daerah pedalaman menjadi kendala utama.
“Kami mengajak seluruh orang tua segera melengkapi dokumen kependudukan anak, karena KIA akan mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pelayanan lainnya,” kata Akam.
Strategi Jemput Bola Jadi Solusi
Pemkab Bengkayang menyiasati kondisi geografis yang sulit dengan layanan jemput bola. Program ini tidak hanya menyasar sekolah di perkotaan, tetapi juga menjangkau kecamatan dan desa-desa terpencil. Disdukcapil juga membuka layanan daring bagi warga yang memiliki akses internet.
“KIA merupakan hak setiap anak. Melalui program ini, kita berharap seluruh anak di Kabupaten Bengkayang memiliki identitas yang sah sehingga dapat memperoleh berbagai layanan publik dengan lebih mudah,” ujar Bupati Sebastianus.
Target Nasional 2026: 60 Persen
Pemerintah pusat menetapkan target kepemilikan KIA nasional sebesar 60 persen pada tahun 2026. Dengan capaian Bengkayang yang baru 39 persen, percepatan di sekolah-sekolah menjadi prioritas. Bupati mengapresiasi sinergi Disdukcapil dengan SMP Negeri 1 Bengkayang yang dinilai mampu mempercepat proses penerbitan dokumen bagi peserta didik.
Pemkab berkomitmen memperluas pelayanan administrasi kependudukan di sekolah-sekolah lain. Langkah ini bagian dari upaya mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan memberikan perlindungan identitas sejak usia dini bagi anak-anak di Bengkayang.