PONTIANAK — Antrean kendaraan mengular di beberapa SPBU di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya dalam dua hari terakhir. Penyebabnya, kapal pengangkut BBM terlambat melakukan pembongkaran di Depot Siantan karena kondisi air sungai sedang surut.
Sales Brand Manager PT Pertamina Patra Niaga Kalbar Wilayah Fuel I, Irsan Firdaus Gasani, mengatakan kapal seharusnya sudah bongkar pada Senin sore. Namun proses baru bisa dilakukan pada malam hari setelah kondisi air memungkinkan.
“Dikarenakan hal tersebut penyaluran BBM jadi tertunda ke SPBU. Namun dari kemarin malam kita sudah melakukan penyaluran untuk build up stock di SPBU,” ujar Irsan di Pontianak, Selasa (28/7/2026).
Imbauan agar Warga Tidak Panic Buying
Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Pasokan dipastikan aman dan proses distribusi ke seluruh SPBU terus dipercepat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan (panic buying),” kata Irsan.
Ia menambahkan, tim Pertamina sudah bergerak sejak Senin malam untuk membangun stok di SPBU yang mengalami antrean. Proses pemulihan distribusi ditargetkan berjalan cepat agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan BBM seperti biasa.
Penyebab Antrean: Faktor Alam Bukan Kelangkaan Stok
Keterlambatan bongkar muat di Depot Siantan murni akibat faktor alam, yakni surutnya air sungai yang menghambat akses kapal. Kondisi ini bersifat sementara dan tidak ada kaitannya dengan kelangkaan pasokan BBM di tingkat nasional maupun regional Kalbar.
Pertamina memastikan stok BBM di Kalimantan Barat dalam posisi aman. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi bisa kembali normal lebih cepat.