Pencarian

Whoosh Kuras Laba KAI, Pendapatan Naik tapi Laba Bersih Anjlok 73,5% Jadi Rp314 Miliar

Jumat, 31 Juli 2026 • 13:26:01 WIB
Whoosh Kuras Laba KAI, Pendapatan Naik tapi Laba Bersih Anjlok 73,5% Jadi Rp314 Miliar
Laba bersih PT Kereta Api Indonesia (KAI) anjlok 73,5% menjadi Rp314 miliar pada semester I-2026, seiring beban dari proyek kereta cepat Whoosh.

KALIMANTAN BARAT — Kinerja operasional KAI sebenarnya menunjukkan perbaikan. Laba usaha perseroan melonjak 25,8% menjadi Rp4,66 triliun dari sebelumnya Rp3,71 triliun. Namun, keuntungan itu tergerus habis oleh beban dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang membengkak menjadi minus Rp2,99 triliun, dibandingkan rugi Rp948,2 miliar pada semester I-2025.

Artinya, bisnis utama perkeretaapian masih sehat, tetapi proyek strategis nasional justru menjadi beban berat bagi laporan keuangan KAI.

Kerugian PSBI Tembus Rp5,13 Triliun

Sumber utama pendarahan berasal dari PSBI, kendaraan investasi konsorsium BUMN yang 58,53% sahamnya dimiliki KAI. PSBI merupakan pemegang saham mayoritas PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), operator Whoosh.

Sepanjang Januari–Juni 2026, PSBI mencatat rugi bersih Rp5,13 triliun. Total asetnya Rp21,53 triliun, sementara liabilitasnya Rp21,55 triliun—artinya kewajiban perusahaan sudah melebihi aset yang dimiliki.

Karena KAI mencatat investasi di PSBI memakai metode ekuitas, kerugian tersebut otomatis masuk ke laporan keuangan KAI sesuai porsi kepemilikan. Bagian rugi KAI dari PSBI mencapai Rp3,005 triliun pada semester I-2026, naik tipis dari Rp2,92 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Nilai Investasi KAI di Whoosh Menyusut Drastis

Dampaknya langsung terlihat di neraca KAI. Nilai investasi di PSBI turun drastis dari Rp4,79 triliun pada akhir 2025 menjadi hanya Rp1,79 triliun per 30 Juni 2026.

Selain lewat kepemilikan saham, KAI juga menopang operasional Whoosh melalui pinjaman pemegang saham. Hingga akhir Juni 2026, total dana yang sudah dikucurkan KAI ke PSBI mencapai lebih dari Rp1,72 triliun.

Dengan kondisi ini, KAI menghadapi dilema: proyek Whoosh tetap harus beroperasi, tetapi setiap kerugian yang dicatat operator langsung membebani kinerja keuangan induk usaha.

Bisnis KA Konvensional Masih Tumbuh

Di luar beban investasi KCIC, bisnis utama KAI tetap tumbuh stabil. Pendapatan dari layanan kereta api penumpang dan angkutan barang naik 6,6% dibanding tahun lalu. Kenaikan tarif, peningkatan volume penumpang, serta efisiensi operasional menjadi pendorong utama pertumbuhan laba usaha.

Namun, tekanan dari proyek kereta cepat membuat keseluruhan kinerja keuangan KAI terlihat timpang. Investor dan analis akan mencermati langkah KAI selanjutnya—apakah akan terus menanggung beban PSBI atau mencari skema restrukturisasi untuk membatasi pendarahan.

Yang jelas, sampai semester I-2026, proyek Whoosh masih menjadi batu sandungan terbesar bagi kesehatan finansial KAI.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: monitorindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks