PONTIANAK — KemenHAM Wilayah Kerja Kalimantan Barat menggelar penguatan kapasitas HAM di lingkungan MAN 2 Pontianak, Senin. Kegiatan yang berlangsung saat apel pagi ini menyasar kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik sebagai upaya membudayakan nilai-nilai hak asasi manusia sejak dini.
Binardi Rizi menegaskan bahwa hak asasi manusia merupakan hak kodrati yang melekat pada setiap orang sejak lahir. Karena itu, seluruh individu memiliki kewajiban untuk menghormati hak orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.
Wujud P5HAM di Lingkungan Madrasah
Penerapan prinsip Penghormatan, Pelindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan HAM (P5HAM) di lingkungan madrasah tidak sekadar menjadi slogan. Rizi menjelaskan, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui suasana belajar yang aman, inklusif, bebas diskriminasi, serta menjunjung tinggi toleransi.
"Seluruh warga sekolah harus mendapatkan kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang," ujarnya di hadapan para siswa.
Pelajar Diminta Bijak Bermedia Sosial
Di tengah derasnya arus informasi, penguatan nilai HAM juga harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital. Rizi mengingatkan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan tantangan serius bagi generasi muda, mulai dari penyebaran konten negatif, ujaran kebencian, perjudian daring, hingga informasi menyesatkan.
"Pelajar harus mampu menggunakan media digital secara bijaksana, menyaring informasi dengan baik, dan menghindari aktivitas yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan maupun norma yang berlaku," katanya.
Stop Perundungan di Sekolah
Dalam kesempatan itu, Rizi juga mengajak seluruh peserta didik menjaga pergaulan yang sehat dan menghentikan segala bentuk perundungan. Setiap anak berhak memperoleh rasa aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan selama mengikuti proses pendidikan.
Disiplin, menurut dia, bukan sekadar mematuhi tata tertib sekolah. Lebih dari itu, disiplin mencerminkan penghormatan terhadap hak orang lain dan komitmen membangun lingkungan pendidikan yang tertib, aman, serta kondusif.
Komitmen Sekolah Bentuk Generasi Berkarakter
Kepala MAN 2 Pontianak, Yuliana, menyambut baik program ini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang berakhlak, beretika, serta menghargai hak dan martabat setiap manusia.
Para pelajar, lanjut Yuliana, sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab mengamalkan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari. Baik di lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, maupun saat berperan dalam pembangunan bangsa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Wilayah Kerja KemenHAM Kalbar untuk memperluas edukasi HAM melalui satuan pendidikan. Targetnya, sekolah dan madrasah di Kalimantan Barat semakin menjadi ruang belajar yang ramah anak, inklusif, bebas kekerasan dan diskriminasi, sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.