Pencarian

Kopi Liberika Kalbar Tembus Pasar Sarawak Malaysia, Dipromosikan di Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu di Kuching

Jumat, 07 Agustus 2026 • 23:57:31 WIB
Kopi Liberika Kalbar Tembus Pasar Sarawak Malaysia, Dipromosikan di Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu di Kuching
Kopi liberika asal Kalimantan Barat dipromosikan dalam Ekspo Hasil Hutan Bukan Kayu di Kuching, Sarawak, Malaysia.

PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membawa kopi liberika ke pasar internasional melalui Ekspo Non-Timber Forest Products (NTFP) Sarawak Zona Selatan yang diselenggarakan Jabatan Hutan Sarawak, Malaysia. Keikutsertaan ini diharapkan membuka peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan hilirisasi produk kopi khas daerah tersebut.

Kepala DLHK Kalbar Adi Yani menyatakan bahwa promosi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam memperluas akses pasar bagi komoditas unggulan. Kopi liberika yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan masyarakat melalui skema perhutanan sosial dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Kopi Liberika: Cita Rasa Lokal yang Mulai Langka

Dalam ekspo bertema "Support Local Hands, Sustain Natural Lands" itu, Kalbar diwakili oleh 101 Coffee House. Kedai kopi asal Pontianak ini membawa produk kopi liberika dan robusta yang bersumber dari petani binaan di sejumlah daerah, antara lain Sendoyan (Sambas), Landak, dan Pasak Piang (Kubu Raya).

Owner 101 Coffee House, Siti Masihta, mengungkapkan rasa syukurnya bisa berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut. Menurutnya, kopi liberika memiliki keunikan tersendiri yang jarang diketahui pasar luas.

"Kopi Liberika sendiri dikenal sebagai jenis kopi yang mulai langka dan memiliki keunikan tersendiri dengan kadar kafein rendah serta cita rasa buah-buahan khas, seperti pisang dan nangka, sehingga aman dikonsumsi bagi mereka yang memiliki masalah lambung," jelas Siti Masihta saat dihubungi dari Kuching.

Respons Positif Pengunjung Malaysia

Antusiasme pengunjung terhadap produk 101 Coffee House terbilang tinggi. Banyak pengunjung memberikan respons positif dan mengaku menyukai cita rasa kopi yang ditawarkan. Siti Masihta mengungkapkan kebanggaannya atas sambutan hangat tersebut.

"Mereka tidak menyangka bahwa kopi Indonesia, khususnya dari Kalbar memiliki rasa yang tidak kalah dengan merek-merek internasional yang sudah mendunia," katanya.

Kehadiran 101 Coffee House di NTFP Sarawak 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga langkah strategis memperkenalkan kekayaan kopi nusantara ke pasar global sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas Indonesia-Malaysia di bidang hasil hutan bukan kayu.

Dukungan Pemprov untuk Hilirisasi dan Sertifikasi

Adi Yani menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, dan penguatan kelembagaan Perhutanan Sosial serta kelompok tani hutan. Pengembangan industri hilir menjadi prioritas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Selain 101 Coffee House, sejumlah perwakilan dari Yayasan PRCF Indonesia, SAMPAN Kalimantan, INTAN, dan BP2SDM (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) juga turut hadir dalam ajang ini.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks