PONTIANAK — Kepengurusan PWI Kabupaten Ketapang resmi terbentuk untuk periode 2026-2029. Supriadi ditetapkan sebagai ketua melalui mekanisme aklamasi dalam Konferensi Kabupaten yang dipimpin Ketua Sidang Yasmin Umar, dengan Muhammad Al Jauhari Fatria dan Hadi Sudirmansyah sebagai anggota sidang.
Konferensi yang digelar di Pontianak itu juga menetapkan tim formatur. Mereka adalah Supriadi, Agustiandi, dan Hadi Sudirmansyah. Tim ini bertugas menyusun komposisi pengurus PWI Ketapang untuk empat tahun ke depan.
Amanah yang Wajib Dijalankan Bersama
Supriadi menyebut jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi, melainkan amanah kolektif. Ia berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan kesiapannya bekerja bersama jajaran pengurus yang nanti dibentuk.
"Saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan. Ini amanah yang harus kami emban," ujarnya.
Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi wartawan yang bertugas di Ketapang untuk bergabung. Menurutnya, PWI harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan pers di kabupaten tersebut.
Sejarah Baru PWI di Kalimantan Barat
Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menyampaikan selamat atas terbentuknya kepengurusan ini. Ia menegaskan proses pembentukan telah dikoordinasikan dengan PWI Pusat dan berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Kundori menyebut momen ini sebagai bagian dari sejarah baru. Kini PWI di Kalbar tidak hanya hadir di Ketapang, tetapi juga di Kabupaten Sekadau.
"Ini menjadi sejarah baru di Kalbar. PWI Kabupaten sudah terbentuk di dua kabupaten, Ketapang dan Sekadau," kata Kundori.
Wartawan Diminta Jaga Kode Etik
Kundori berharap keberadaan PWI di Ketapang mampu mendorong praktik jurnalistik yang profesional. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
"Jalankan jurnalisme yang benar di Kabupaten Ketapang. Jangan ikut-ikutan menyebarkan yang bukan jurnalisme. Hal-hal yang sesuai dengan kode etik harus kita jaga bersama," tegasnya.
Ia juga mengajak anggota menjaga marwah organisasi. Profesi wartawan, lanjut Kundori, harus dijalankan secara profesional agar kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga.
Program Kerja Segera Disusun
Setelah kepengurusan terbentuk, langkah berikutnya adalah menyusun program kerja. Supriadi mengatakan pihaknya akan merancang sejumlah agenda untuk menguatkan eksistensi PWI di Ketapang.
"Kami akan menyusun program kerja. PWI kita kibarkan di Kabupaten Ketapang," katanya.
Dengan terbentuknya kepengurusan ini, PWI Ketapang diharapkan menjadi wadah yang aktif tidak hanya untuk organisasi internal, tetapi juga bagi perkembangan dunia jurnalistik di kabupaten tersebut. Dukungan dari PWI Provinsi disebut akan terus mengalir untuk pendampingan dan arahan ke depan.