KALIMANTAN BARAT — Antusiasme itu bukan sekadar angka di papan skor. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut respons masif masyarakat menjadi modal berharga bagi ekosistem sepak bola putri nasional. Turnamen yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama PSSI ini diyakini bukan sekadar ajang musiman, melainkan titik tolak pembinaan jangka panjang.
Laga Garuda Pertiwi vs Malaysia Jadi Magnet Utama
Dari pengamatan langsung di lapangan, animo penonton melampaui perkiraan panitia. Saat Garuda Pertiwi bersua Malaysia pada Minggu (16/8/2026), jumlah penonton menembus angka 13.000 orang, melebihi kapasitas normal Supersoccer Arena.
Kelebihan kapasitas ini tidak membuat masyarakat Kudus surut. Ratusan lainnya rela menonton dari Lapangan Rendeng yang terletak di depan arena utama, menyaksikan jalannya pertandingan melalui layar lebar yang disediakan panitia.
Jumlah penonton yang tak kalah besar juga mengalir melalui kanal digital. Live streaming di Youtube Srikandi Merdeka Cup dan RANS Entertainment berhasil menarik ratusan ribu penonton selama fase grup berlangsung.
Erick Thohir: Momentum Membangun Ekosistem
Erick Thohir menilai perhatian publik yang terus membesar menunjukkan bahwa sepak bola putri Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Ia menekankan bahwa turnamen ini menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi talenta muda kepada publik luas.
"Yang paling menggembirakan adalah ketika masyarakat mulai melihat bahwa sepak bola putri Indonesia punya prospek. Mereka bukan hanya datang untuk menonton, tetapi mulai mengikuti, mendukung, dan melihat ada talenta-talenta muda yang bisa menjadi masa depan Timnas Indonesia," ujar Erick dalam keterangan resminya.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menambahkan, tugas PSSI selanjutnya adalah memastikan antusiasme ini tidak berhenti di satu turnamen. Semangat yang tumbuh di Kudus harus menjadi energi bagi pembinaan berkelanjutan agar prestasi tim putri terus meningkat.
Jadwal Semifinal: Garuda Pertiwi Hadapi Yordania
Puncak antusiasme diprediksi terjadi pada Jumat (21/8/2026) malam. Garuda Pertiwi akan berhadapan dengan Yordania di babak semifinal dengan kick-off pukul 20.00 WIB.
Laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi tuan rumah. Sebelumnya, Putri Nusantara harus mengakui keunggulan Thailand 0-2 dan takluk dari Singapura 0-2, sehingga gagal melaju dari fase grup.
Sementara di semifinal lainnya, Thailand yang tampil perkasa di fase grup dengan kemenangan telak 6-0 atas Singapura, akan berjumpa Malaysia pada pukul 15.00 WIB. Duel dua tim Asia Tenggara ini dijamin berjalan sengit.
Dengan tren positif yang ada, panitia optimistis jumlah penonton di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng akan meningkat signifikan dibandingkan laga-laga sebelumnya.