Pencarian

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana Negara: Dukungan untuk Masyarakat Adat dan Penanganan Karhutla di Kalbar

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 14:49:31 WIB
Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana Negara: Dukungan untuk Masyarakat Adat dan Penanganan Karhutla di Kalbar
Panglima Jilah tiba di Istana Negara untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto, Jumat (tanggal).

Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah menyatakan Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh masyarakat adat dan peladang di Kalimantan Barat. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta, Jumat, yang juga membahas penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu.

JAKARTA — Pertemuan antara Panglima Jilah dan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara menjadi titik terang bagi pengakuan peran masyarakat adat dalam menjaga lingkungan di Kalimantan Barat. Dalam agenda yang berlangsung Jumat tersebut, kepala suku Dayak itu menegaskan bahwa presiden memberikan restu terhadap aktivitas peladang tradisional sekaligus komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat armada pengendalian karhutla.

"Beliau mendukung masyarakat adat. Peladang didukung," ujar Panglima Jilah usai pertemuan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dukungan untuk Peladang dan Peran Strategis Masyarakat Adat

Panglima Jilah menjelaskan, dalam dialog dengan kepala negara, ia menyoroti posisi strategis masyarakat adat yang memiliki kedekatan historis dengan alam. Menurutnya, komunitas adat selama ini menjalankan tanggung jawab pengawasan terhadap aktivitas pembukaan dan pembakaran lahan di wilayah mereka.

Upaya pencegahan karhutla pun disebut telah dilakukan secara masif oleh tokoh-tokoh adat. Sosialisasi kepada warga terus digencarkan agar praktik membakar hutan secara sembarangan tidak lagi terjadi, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

Pengerahan Personel hingga Modifikasi Cuaca untuk Karhutla

Di luar aspek perlindungan hak adat, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh persoalan teknis penanggulangan bencana asap. Panglima Jilah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah merespons kebutuhan penanganan karhutla di Kalimantan Barat dengan mengerahkan personel tambahan.

Pemerintah pusat juga disebut telah menyiapkan dukungan logistik berupa penambahan unit helikopter untuk operasi udara. Selain itu, upaya modifikasi cuaca akan digencarkan guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya titik api di wilayah rawan gambut.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat respons cepat di lapangan, terutama saat memasuki puncak musim kemarau yang kerap memicu kebakaran lahan di sejumlah kabupaten di Kalimantan Barat.

Harapan Penguatan Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Adat

Panglima Jilah berharap dukungan yang dijanjikan Presiden Prabowo dapat direalisasikan secara konkret. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam setiap program pelestarian lingkungan, bukan hanya sebagai objek kebijakan, melainkan mitra aktif pemerintah daerah.

"Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Masyarakat adat siap menjaga hutan, dan kami butuh dukungan negara untuk memperkuat kapasitas kami di lapangan," kata Panglima Jilah menambahkan.

Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi pengakuan hak ulayat dan kontribusi nyata komunitas adat Dayak di Kalimantan Barat dalam mencegah kebakaran hutan yang kerap menjadi persoalan lintas batas asap di Asia Tenggara.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kalbar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks