Pencarian

Bulog Gelontorkan 110.000 Ton Beras ke Pasar, Bos Perum Sidak Serentak Cegah Inflasi

Sabtu, 05 September 2026 • 13:07:01 WIB
Bulog Gelontorkan 110.000 Ton Beras ke Pasar, Bos Perum Sidak Serentak Cegah Inflasi
Direktur Utama Bulog memantau operasi pasar beras melalui sambungan Zoom di Pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu (5/9).

KALIMANTAN BARAT — Operasi pasar ini merupakan respons atas temuan harga beras premium Pandan Wangi yang melonjak ke kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram di pasar tradisional. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk komoditas tersebut berada di angka Rp 14.900 per kilogram. Sidak yang dilakukan secara serentak ini melibatkan lebih dari 500 pimpinan cabang Bulog yang memantau kondisi pasar masing-masing melalui sambungan Zoom.

"Kami perintahkan lebih dari 500 pimpinan cabang kami melaksanakan Zoom di pasar. Tujuannya untuk melaksanakan operasi pasar hari ini yaitu untuk mencegah kenaikan inflasi, baik harga beras sendiri, minyak, gula, bahkan dengan sembako lainnya," kata Rizal di Pasar Jatinegara, Sabtu (5/9).

Beras Premium Pemicu Utama Kenaikan Harga

Dari hasil pemantauan yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Satgas Pangan, komoditas yang mengalami kenaikan harga memang belum signifikan secara keseluruhan. Namun, tekanan terbesar justru datang dari segmen beras premium yang banyak digemari masyarakat.

"Yang naik itu adalah beras premium Pandan Wangi. Memang Pandan Wangi adalah beras idolanya orang-orang Jawa istilahnya ya karena memang dan beras itu memang beras premium super," ujar Rizal.

Kenaikan harga beras premium ini berisiko mendorong inflasi bahan pangan jika tidak segera diintervensi. Bulog menilai perlu ada aksi nyata untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen, terutama menjelang periode distribusi bantuan pangan yang tengah berjalan.

Ritel Modern Siap Menyerap Stok Bulog

Penyaluran beras dalam jumlah besar tersebut tidak hanya menyasar pasar tradisional. Bulog telah melakukan rapat koordinasi dengan pelaku ritel modern yang berkomitmen menyerap 110.000 ton beras dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

"Ini akan digelontorkan secepatnya ke seluruh pasar-pasar SP2KP maupun ritel-ritel modern tujuannya supaya masyarakat tetap mendapatkan beras yang berkualitas dengan harga yang sesuai dengan HET," kata Rizal.

Rizal menegaskan bahwa penggelontoran beras ini dilakukan merata ke seluruh wilayah Indonesia, bukan hanya terpusat di Jakarta. Pihaknya juga mengajak pelaku usaha swasta untuk turut berpartisipasi menjaga harga pangan tetap wajar di pasaran.

Operasi Pasar Berlanjut Hingga Harga Stabil

Bulog memastikan operasi pasar tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Kegiatan intervensi pasar ini akan terus dijalankan selama harga beras premium dan medium belum kembali ke level yang ditetapkan pemerintah.

"Operasi pasar kami lakukan sepanjang itu masih naik kami lakukan operasi pasar sampai dengan betul-betul turun beras-beras itu sehingga masyarakat harapannya konsumen bisa membeli harga dengan yang memadai," jelasnya.

Selain operasi pasar, Bulog juga tengah menyalurkan bantuan pangan untuk periode Juli, Agustus, dan September. Realisasi penyaluran bantuan pangan tersebut hingga saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dari total hampir 1 juta ton dan berjalan lancar di seluruh Indonesia.

Beras Turun Mutu Disarankan Jadi Tepung

Dalam kesempatan terpisah, Rizal mengungkapkan rencana pengolahan beras turun mutu yang berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menjadi tepung beras. Rencana ini akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dijadwalkan oleh Kemenko Pangan.

Langkah ini diambil agar stok beras pemerintah yang mengalami penurunan kualitas tidak dibiarkan hingga rusak dan menimbulkan kerugian negara. Pengolahan menjadi tepung beras dinilai sebagai solusi yang lebih produktif dibandingkan membiarkan stok tersebut termakan waktu.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.majalahhortus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks