Pencarian

Empat Negara Sudah Sukses Bangun Rel Kereta Api di Lahan Gambut, Kalbar Justru Terkendala di Aspek Ini

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:44:54 WIB
Empat Negara Sudah Sukses Bangun Rel Kereta Api di Lahan Gambut, Kalbar Justru Terkendala di Aspek Ini
Pembangunan rel kereta api di lahan gambut Kalbar masih terkendala aspek pendanaan dan studi kelayakan.

PONTIANAK — Pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Barat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum kunjung rampung, meskipun secara teknis lahan gambut di wilayah tersebut sudah terbukti bisa diatasi oleh negara lain. Pengalaman dari Kanada, Rusia, Finlandia, dan Malaysia menunjukkan bahwa rel kereta api bisa dibangun di atas tanah gambut dengan metode konstruksi dan rekayasa geoteknik yang tepat.

Apa Hambatan Terbesar Pembangunan Kereta Api di Kalbar?

Alih-alih persoalan geografis, kendala utama justru datang dari sisi pendanaan dan studi kelayakan yang belum mencapai tahap final. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat masih menunggu kepastian skema pembiayaan dari pemerintah pusat, sementara investor swasta juga belum menunjukkan komitmen konkret.

“Kajian teknis sebenarnya sudah berjalan, tetapi untuk lahan gambut, kami perlu data yang lebih detail,” ujar seorang pejabat Dinas Perhubungan Kalbar beberapa waktu lalu.

Negara Lain Sudah Buktikan Rel di Gambut Itu Mungkin

Kanada misalnya, telah membangun jalur kereta sepanjang ratusan kilometer melintasi lahan gambut di wilayah Alberta dan British Columbia dengan menggunakan teknik penggantian tanah dasar dan sistem drainase khusus. Finlandia juga mengoperasikan rel di area gambut dengan metode stabilisasi tanah menggunakan campuran semen dan kapur.

Malaysia, yang memiliki karakteristik gambut serupa dengan Kalbar, sukses membangun jalur kereta di negara bagian Pahang dan Johor. Hal ini menunjukkan bahwa faktor tanah bukanlah alasan utama keterlambatan proyek di Kalbar.

Berapa Anggaran yang Dibutuhkan untuk Proyek Ini?

Meskipun angka pasti belum diumumkan secara resmi, proyek kereta api di Kalbar diperkirakan membutuhkan dana triliunan rupiah. Sebagian besar biaya akan dialokasikan untuk rekayasa tanah gambut yang memerlukan teknologi khusus dan material tambahan.

Selain itu, pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti jembatan dan stasiun juga menjadi pos pengeluaran yang tidak kecil. Pemerintah daerah terus mendorong agar proyek ini masuk dalam prioritas nasional pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) berikutnya.

Kapan Warga Kalbar Bisa Menikmati Kereta Api?

Belum ada kepastian waktu yang jelas. Hingga saat ini, proses kajian masih berlangsung dan belum ada keputusan final mengenai skema pendanaan. Beberapa kalangan menilai bahwa tanpa keterlibatan investor besar atau skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), proyek ini akan terus tertunda.

Masyarakat Kalbar pun masih harus bersabar menunggu realisasi moda transportasi massal yang diyakini bisa memangkas biaya logistik dan membuka akses ke daerah-daerah terpencil di provinsi tersebut.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks