Pencarian

Karhutla Landai 5 Kabupaten di Kalbar, Sambas Butuh Water Bombing untuk Padamkan 4,7 Hektare Lahan

Jumat, 05 Juni 2026 • 18:53:09 WIB
Karhutla Landai 5 Kabupaten di Kalbar, Sambas Butuh Water Bombing untuk Padamkan 4,7 Hektare Lahan
Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di lima kabupaten Kalbar dengan luas lahan terbakar mencapai 4,7 hektare di Sambas.

PONTIANAK — Warga di lima kabupaten di Kalimantan Barat kembali menghadapi ancaman kabut asap setelah kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di sejumlah titik. Data Pusdalops BPBD Provinsi Kalbar per 4 Juni 2026 mencatat kebakaran terjadi di Kabupaten Sambas, Ketapang, Bengkayang, Sekadau, dan Kubu Raya.

Apa Dampak Karhutla bagi Warga di Lima Kabupaten?

Dampak paling langsung dirasakan warga di Kabupaten Sambas. Di tiga kecamatan—Paloh, Galing, dan Salatiga—kebakaran masih menyisakan kepulan asap. Di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, lahan seluas 4,7 hektare terbakar dan hingga laporan terakhir kondisi masih berasap. Tim pemadam baru berhasil menjinakkan 1,5 hektare lahan di lokasi tersebut.

Sementara itu, di Desa Salatiga, Kecamatan Salatiga, lahan terbakar mencapai 4 hektare dan masih terpantau berasap. Kondisi ini membuat warga sekitar berpotensi terpapar kabut asap jika kebakaran tidak segera dipadamkan sepenuhnya.

Kabupaten Mana yang Paling Membutuhkan Bantuan?

Sambas menjadi daerah yang paling mendesak mendapatkan dukungan. Dalam laporan operasi darat, tim penanganan di Sambas secara khusus menyampaikan kebutuhan mendesak berupa helikopter water bombing. Alasannya, akses ke lokasi kebakaran yang sulit dan luasnya lahan yang terbakar membuat pemadaman dari darat saja tidak cukup.

Operasi di Sambas melibatkan BPBD Kabupaten Sambas, PT Buluh Cawang, TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), UPT KPH, dan warga setempat. Meski begitu, keterbatasan alat berat dari udara dinilai menjadi hambatan utama.

Bagaimana Kondisi di Empat Kabupaten Lainnya?

Di Kabupaten Ketapang, kebakaran terjadi di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong. Luas lahan terbakar 0,47 hektare dan api telah padam. Di Bengkayang, dua titik kebakaran ditemukan: di Dusun Laek, Desa Bengkilu seluas 0,5 hektare (api padam) dan di Dusun Bare Mada, Desa Lamolda seluas 2 hektare yang juga telah padam. Lahan di Lamolda merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan tanah mineral.

Di Kabupaten Sekadau, kebakaran melanda 0,2 hektare lahan di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Vegetasi yang terbakar berupa tegakan pohon, semak belukar, karet, dan hutan sekunder. Api telah padam.

Berbeda dengan daerah lain, Kabupaten Kubu Raya masih dalam kondisi siaga. Di Dusun Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya, lahan seluas 2,5 hektare terbakar. Lahan ini merupakan APL dengan jenis tanah gambut yang mudah terbakar. Vegetasi yang terdampak berupa semak, pakis, dan akasia. Hingga laporan terakhir, api di lokasi ini masih menyala.

Kenapa Kebakaran di Kubu Raya Paling Berbahaya?

Kebakaran di Kubu Raya dianggap paling berisiko karena lahannya berupa gambut. Api di lahan gambut sulit dipadamkan karena bisa membakar di bawah permukaan tanah dalam waktu lama. Jika tidak segera ditangani, titik api ini berpotensi meluas dan menghasilkan kabut asap tebal yang mengganggu pernapasan warga di sekitar Pontianak dan Kubu Raya.

Apa Langkah BPBD Selanjutnya?

Koordinator Harian Pusdalops sekaligus Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalbar, Daniel, S.Pd., S.E., menyatakan bahwa pemantauan dan penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan di masing-masing wilayah. Upaya ini untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap selama musim kemarau 2026.

Laporan operasi darat ini menjadi bagian dari pemantauan intensif, terutama di daerah yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap akibat karhutla.

Apakah Warga Perlu Mengungsi?

Belum ada instruksi evakuasi untuk warga di lima kabupaten terdampak. Namun, BPBD mengimbau warga di sekitar titik kebakaran, terutama di Sambas dan Kubu Raya, untuk menggunakan masker jika keluar rumah dan segera melapor jika kualitas udara memburuk. Tim pemadam masih fokus pada pemadaman darat dan berharap bantuan udara segera tiba.

Bagikan
Sumber: mediakalbarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks