PONTIANAK — Sebanyak ratusan ASN di lingkungan Pemprov Kalbar mengikuti bimtek Powerful Public Speaking yang digelar di Aula Kantor Gubernur, pekan lalu. Pelatihan ini dipandu oleh praktisi komunikasi dan menghadirkan materi mulai dari teknik vokal, struktur bicara, hingga pengelolaan bahasa tubuh saat berhadapan dengan publik.
Modul Bimtek: Bukan Sekadar Bicara di Depan Umum
Materi yang diberikan tidak hanya menyasar kemampuan berbicara di forum formal. Peserta juga dilatih menyampaikan informasi kebijakan secara sederhana kepada warga di lapangan, seperti saat sosialisasi program bansos atau musrenbang kelurahan.
“Seorang ASN harus mampu menjelaskan program pemerintah dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Bukan dengan istilah birokrasi yang rumit,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar dalam sambutannya.
Mengapa Bimtek Ini Diadakan Sekarang?
Pemprov Kalbar menilai masih ada celah antara kebijakan yang dibuat dan cara penyampaiannya ke publik. Akibatnya, informasi kerap tidak sampai atau menimbulkan misinterpretasi di tingkat RT/RW. Lewat bimtek ini, ASN diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan warga.
Pelatihan ini juga menyasar ASN yang bertugas di posyandu, puskesmas, dan kantor kecamatan—ujung tombak pelayanan yang langsung berhadapan dengan masyarakat setiap hari.
Kalbar Jadi Percontohan Nasional?
Dengan statusnya sebagai provinsi pertama yang menggelar bimtek public speaking khusus ASN, Kalbar berpotensi menjadi rujukan bagi daerah lain. Model pelatihan ini rencananya akan didokumentasikan menjadi modul yang bisa diadaptasi oleh pemkab dan pemkot di seluruh Indonesia.
“Kami ingin pelayanan publik tidak hanya cepat dan tepat, tapi juga nyaman secara komunikasi. Ini investasi jangka panjang,” tambah Kepala BKD Kalbar.