PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Sidang ke-39 Kelompok Kerja Bersama Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) tingkat provinsi di Pontianak, Kamis. Forum ini dihadiri 106 delegasi dari Sarawak dan 151 delegasi dari Kalbar, terdiri dari perangkat daerah, instansi vertikal, kementerian, hingga Kamar Dagang dan Industri Indonesia.
Kesepakatan Penanganan Warga Sakit dan Meninggal
Salah satu hasil konkret yang disepakati adalah mekanisme penanganan warga yang sakit maupun meninggal dunia di kawasan perbatasan. Kedua pihak berkomitmen membahas berbagai persoalan lintas batas melalui forum Sosek Malindo agar kerja sama Indonesia-Malaysia semakin efektif.
"Intinya bagaimana hubungan antara Kalbar dan Sarawak semakin erat dan memberi manfaat bagi masyarakat kedua wilayah," kata Krisantus dalam sambutannya.
Penerbangan Langsung Pontianak-Kuching Jadi Peluang Baru
Wagub Krisantus menambahkan, meningkatnya mobilitas masyarakat termasuk kembali dibukanya penerbangan langsung Pontianak-Kuching menjadi peluang mengembangkan perdagangan, investasi, dan pariwisata kedua wilayah. Hubungan masyarakat Kalbar dan Sarawak disebut memiliki ikatan sejarah, budaya, dan kekeluargaan yang kuat.
Kantor Dagang Sarawak Siap Buka di Pontianak
Ketua Klaster II JKK Sosek Malindo Negeri Sarawak Datu Ir Ts Awang Mohammad Fadillah Awang Redzuan menyampaikan, Sarawak tengah mempersiapkan pembukaan Sarawak Trade and Tourism Office di Pontianak. Kantor perwakilan ini ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027 untuk memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Infrastruktur Pos Lintas Batas Negara Semakin Didorong
Krisantus menyatakan, pengembangan kawasan perbatasan akan didukung dengan pengoperasian sejumlah Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Termasuk rencana peresmian PLBN Temajuk serta penyelesaian pembangunan infrastruktur pendukung di Jagoi Babang dari pihak Malaysia.
Sekretaris Daerah Kalbar Harisson menambahkan, kehadiran seluruh delegasi mencerminkan komitmen memperkuat persahabatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. Forum ini juga menghasilkan solusi atas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama kedua negara.