Pencarian

Pemerintah Kaji PLTS Sepanjang Tol Jawa, Target Eksekusi Proyek Dimulai 2027

Sabtu, 08 Agustus 2026 • 16:48:02 WIB
Pemerintah Kaji PLTS Sepanjang Tol Jawa, Target Eksekusi Proyek Dimulai 2027
Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan kajian pemanfaatan area pinggir jalan tol untuk PLTS di Jakarta, Sabtu (8/8).

KALIMANTAN BARAT — Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengungkapkan, kajian pemanfaatan area pinggir jalan tol tengah dijalankan. Proyek ini merupakan langkah awal dari ambisi besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) yang dicanangkan pemerintah.

Dua Lokasi Perdana: Bali Mandara dan Tol Menuju Soekarno-Hatta

"Di-exercise tahun ini. Nah, tahun depan di eksekusi," ujar Tri kepada awak media, Sabtu (8/8). Pernyataan ini menegaskan bahwa tahun 2025 digunakan untuk mematangkan desain dan studi kelayakan, sementara konstruksi baru berjalan dua tahun berselang.

Untuk tahap awal, pengembangan difokuskan di dua ruas tol strategis. Kawasan Jalan Tol Bali Mandara menjadi proyek percontohan, dengan panel surya direncanakan terpasang di area bahu jalan. Lokasi kedua adalah Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta.

"Itu pinggir-pinggirnya nanti dipasang. Terus nanti ada rencana juga di (tol) Sedyatmo yang mau ke Soetta," tandas Tri.

Mengapa Baru Dieksekusi 2027?

Pemerintah tidak serta-merta langsung membangun infrastruktur di koridor padat lalu lintas. Tri menjelaskan, pemanfaatan jalur tol merupakan opsi strategis untuk mendukung konsep kawasan hijau, namun butuh perhitungan teknis yang presisi.

"Kalau sepanjang tol Jawa itu ada, kira-kira dapat berapa sih. Biar kita green," katanya. Kalimat ini merujuk pada instruksi pimpinan untuk menghitung potensi kapasitas listrik yang bisa dihasilkan jika seluruh ruas tol di Pulau Jawa dipasangi modul surya. Angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan skema investasi dan integrasi ke jaringan listrik nasional.

Dampak terhadap Target Energi Terbarukan Nasional

Rencana ini menjadi sinyal positif bagi percepatan transisi energi, mengingat porsi energi surya dalam bauran nasional masih minim. Dengan memanfaatkan aset jalan tol yang membentang ratusan kilometer, pemerintah berupaya menambah kapasitas tanpa harus melakukan pembebasan lahan besar-besaran.

Namun, tantangan teknis tetap mengemuka. Panel surya di pinggir jalan tol berisiko mengalami penurunan efisiensi akibat debu dan getaran kendaraan berat. Selain itu, skema pendanaan dan kerja sama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menjadi variabel yang belum diumumkan secara rinci.

Kajian yang tengah berjalan diharapkan mampu menjawab dua hal utama: kepastian kapasitas terpasang dan mekanisme operasional jangka panjang. Jika berhasil, proyek ini tidak hanya menambah pasokan listrik hijau, tetapi juga menjadi model pemanfaatan ruang terbatas di kawasan urban dan semi-urban.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks