KUBU RAYA — Rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tiba di Kalimantan Barat dengan agenda memperluas akses pasar dan memperkuat rantai pasok komoditas antardaerah. Kedatangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa disambut hangat oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan di VIP Room Pemda Bandara Supadio, Senin sore.
Prosesi pengalungan syal menjadi simbol keakraban sekaligus pembuka rangkaian acara Misi Dagang yang akan berlangsung di Novotel Convention Center, Kota Pontianak, Selasa besok. Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menghasilkan komitmen bisnis nyata antara pelaku usaha dari kedua daerah.
Penandatanganan Kerja Sama dan Target Transaksi Perdagangan
Dalam agenda utama besok, akan dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama yang melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, serta asosiasi dari kedua provinsi. Skema ini dirancang untuk menciptakan kolaborasi yang terstruktur, bukan sekadar hubungan dagang insidental.
Puncak acara adalah penandatanganan komitmen transaksi perdagangan antara pelaku usaha Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Komitmen tersebut akan disaksikan langsung oleh kedua gubernur, dengan harapan dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
Promosi Batik, Tenun, dan Produk Unggulan Daerah
Rangkaian misi dagang juga diisi dengan promosi produk unggulan. Peragaan batik khas Jawa Timur dan tenun khas Kalimantan Barat akan menjadi atraksi utama untuk memperkenalkan potensi fesyen lokal ke pasar yang lebih luas.
Gubernur Khofifah dan Gubernur Ria Norsan dijadwalkan meninjau area pameran produk unggulan bersama rombongan VIP. Setelah itu, sesi temu bisnis akan mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama usaha secara langsung.
Momentum Strategis Perkuat Ekonomi Regional
Misi dagang ini menjadi momentum strategis bagi Kalimantan Barat untuk membuka akses pasar baru di Pulau Jawa. Sebaliknya, Jawa Timur mendapatkan mitra dagang potensial untuk distribusi produk industrinya ke wilayah barat Pulau Kalimantan.
Pemerintah Provinsi Kalbar berharap kegiatan ini mampu meningkatkan volume perdagangan antardaerah secara signifikan. Hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Jawa Timur dinilai penting untuk memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai gerbang perdagangan di kawasan perbatasan.