Pencarian

Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Khofifah Teken Kerja Sama Dagang dengan Jatim, 46 Komoditas Unggulan Siap Dipasok

Rabu, 12 Agustus 2026 • 13:04:01 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Khofifah Teken Kerja Sama Dagang dengan Jatim, 46 Komoditas Unggulan Siap Dipasok
Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menandatangani nota kesepahaman kerja sama dagang di Pontianak, Selasa (11/8).

PONTIANAK — Kerja sama dagang antardaerah yang selama ini hanya menjadi wacana kini resmi dikunci. Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani nota kesepahaman dalam Misi Dagang Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Kalimantan Barat 2026 di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (11/8).

Kerja sama ini tidak berhenti pada pembukaan pasar bagi produk-produk Jawa Timur. Kalbar justru menempatkan diri sebagai pemasok bahan baku dan produk hilir untuk industri di provinsi berjuluk Bumi Majapahit itu.

Bukan Hubungan Satu Arah, Kalbar Siap Jadi Pemasok Industri Jatim

Norsan menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang saling menguntungkan. Menurutnya, Kalbar siap memasok komoditas, bahan baku, hingga produk hilir untuk memenuhi kebutuhan industri dan perdagangan Jawa Timur.

“Kerja sama ini bukan hubungan satu arah. Kalimantan Barat juga siap menjadi pemasok bagi Jawa Timur. Komoditas, bahan baku, maupun produk hilir Kalimantan Barat dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri dan perdagangan Jawa Timur,” kata Norsan dalam sambutannya.

Ia menilai forum misi dagang ini menjadi momentum untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi daerah. Sekaligus membuka peluang investasi baru bagi pelaku usaha di kedua provinsi.

46 Komoditas Andalan: Dari Durian, Udang, hingga Kratom

Kalbar tidak datang dengan tangan kosong. Provinsi ini membawa setidaknya 46 komoditas unggulan yang siap dikembangkan, mulai dari hortikultura, perkebunan, kelautan, hingga kehutanan.

Beberapa komoditas yang paling menonjol antara lain pisang, nanas, jeruk, durian, udang, tenggiri, tongkol, kelapa, dan kratom. Norsan menyebut komoditas-komoditas ini memiliki peluang besar untuk ditingkatkan nilainya melalui investasi dan hilirisasi.

“Tantangan kita sekarang adalah bagaimana menghubungkan potensi tersebut dengan pasar, investasi, teknologi, dan mitra usaha yang tepat. Dan saya melihat Jawa Timur merupakan salah satu mitra yang sangat strategis untuk itu,” ujarnya.

Posisi Strategis Kalbar: Berbatasan Langsung dengan Malaysia

Kalbar memiliki modal geografis yang tidak dimiliki banyak provinsi lain. Berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki akses ke Laut Natuna serta Selat Karimata menjadikan provinsi ini pintu gerbang perdagangan yang potensial.

Kondisi ini dinilai Norsan sebagai modal penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan, baik di kawasan Kalimantan maupun pasar internasional. Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kalbar tercatat 5,61 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pengadaan listrik dan gas, akomodasi dan makan minum, pertambangan, serta sektor pertanian yang masih menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Akses ke Beras, Gula, hingga Pupuk dari Jatim

Di sisi lain, Kalbar juga berharap dapat memperluas akses terhadap berbagai kebutuhan pokok dan industri dari Jawa Timur. Beberapa di antaranya adalah beras, gula, bawang, produk peternakan, pupuk, bahan bangunan, hingga mesin industri.

Norsan mengajak pelaku usaha di Kalbar untuk tidak menyia-nyiakan momentum ini. Ia meminta para pengusaha lokal aktif membangun komunikasi, menawarkan produk, dan mencari mitra baru.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha Kalimantan Barat untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya. Bangun komunikasi, tawarkan produk, temukan mitra, dan buka peluang kerja sama baru,” tutupnya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakinformasi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks