Pencarian

DLHK Kalbar Serahkan 20 Unit Mesin Pemadam Api ke Enam KPH, Lengkap dengan Pelatihan Operator

Selasa, 11 Agustus 2026 • 16:32:31 WIB
DLHK Kalbar Serahkan 20 Unit Mesin Pemadam Api ke Enam KPH, Lengkap dengan Pelatihan Operator
Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, menguji langsung pengoperasian mesin pemadam api sebelum diserahkan kepada enam UPT KPH di Pontianak.

PONTIANAK — Kepala DLHK Kalbar, Adi Yani, tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis. Ia sempat menguji langsung pengoperasian mesin pemadam api tersebut untuk memastikan kesiapan teknis peralatan sebelum digunakan di lapangan. Uji coba ini menjadi bagian penting dari persiapan agar mesin dapat dioperasikan secara optimal saat dibutuhkan.

Adi Yani berharap bantuan peralatan ini dapat mendukung kesiapsiagaan petugas UPT KPH dan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), terutama di wilayah yang rawan karhutla.

Enam Wilayah KPH Penerima Bantuan

Sebanyak 20 unit mesin pemadam api tersebut diserahkan kepada enam UPT KPH, yakni:

  • KPH Wilayah Bengkayang
  • KPH Wilayah Kayong Utara
  • KPH Wilayah Landak
  • KPH Wilayah Mempawah
  • KPH Wilayah Sambas
  • KPH Wilayah Sekadau

Setelah proses serah terima, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pengoperasian pompa pemadam api. Pelatihan ini dipandu oleh CV Reva Kaila Putri bersama pelatih pendamping dan diikuti oleh operator pompa dari enam wilayah KPH tersebut.

Sumber Dana dari RBP REDD+ GCF

Pengadaan sarana pemadam karhutla ini bersumber dari dana Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2. Dana tersebut dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan melalui lembaga perantara Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).

Dukungan peralatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan dan perluasan aksi mitigasi serta adaptasi perubahan iklim di Kalimantan Barat. Selain itu, program ini juga mendukung upaya menekan emisi karbon di tingkat tapak.

Pelibatan Petugas dan Operator

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran DLHK Kalbar, kepala UPT KPH beserta operator pompa dari enam wilayah, perwakilan PMU RBP REDD+ Kalbar, serta perwakilan Bentang Kalimantan Tangguh. Total peserta yang hadir mencapai sekitar 40 orang.

Dengan adanya pelatihan ini, para operator diharapkan mampu mengoperasikan mesin pemadam api secara tepat dan cepat ketika terjadi karhutla di wilayah masing-masing. Kesiapan teknis dan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di lapangan.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks