KALIMANTAN BARAT — Jakarta — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungan terhadap implementasi Kredit Program Perumahan (KPP) untuk memperluas akses pembiayaan sektor perumahan. Program ini tidak hanya membiayai penyediaan rumah, tetapi juga memberdayakan pelaku usaha dan menggerakkan ekonomi rakyat.
Direktur Corporate Banking BTN, Helmy Afrisa, menyatakan KPP punya peran strategis karena menjangkau dua sisi sekaligus. "Melalui KPP Supply dan KPP Demand, BTN berupaya memperluas akses pembiayaan di seluruh ekosistem perumahan," ujarnya dalam Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Menara BTN, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Siapa Saja yang Bisa Manfaatkan KPP
Pada sisi supply, KPP dapat dimanfaatkan developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon kredit hingga Rp5 miliar. Sementara KPP Demand memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta bagi UMKM perorangan untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah guna mendukung kegiatan usaha.
Helmy menambahkan, rumah bagi masyarakat produktif bukan sekadar tempat tinggal. "Rumah juga dapat menjadi tempat usaha dan aset yang mendukung peningkatan penghasilan keluarga," tuturnya. Karena itu, pembiayaan perumahan diharapkan turut menciptakan kegiatan usaha dan mendorong kesejahteraan.
Peminat di Jakarta Capai Rp424 Miliar
Potensi pertumbuhan KPP masih terbuka lebar. Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, BTN mencatat 353 peminatan dengan total plafon Rp424,944 miliar. Rinciannya, 57 peminatan KPP Supply senilai Rp288,970 miliar dan 296 peminatan KPP Demand senilai Rp135,974 miliar.
"Besarnya peminatan menunjukkan kebutuhan pembiayaan perumahan datang dari berbagai sisi. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, developer, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku UMKM," kata Helmy.
Kolaborasi itu dinilai penting agar manfaat KPP menjangkau semakin banyak masyarakat. BTN memanfaatkan ekosistem perumahan yang telah dibangun perseroan untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.
Menteri PKP Apresiasi Peran BTN
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi implementasi KPP. Program ini dinilai dapat menjadi instrumen untuk mendorong pelaku UMKM dalam ekosistem perumahan naik kelas.
Apresiasi tersebut menegaskan posisi BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan. Skema KPP Supply dan KPP Demand menjadi bukti pembiayaan perumahan bisa menyentuh sisi hulu dan hilir sekaligus.
Dengan penyaluran kumulatif Rp7,4 triliun, BTN berupaya memastikan program ini tidak hanya mendorong penyediaan hunian. Program ini juga diarahkan meningkatkan produktivitas pelaku usaha yang pada akhirnya menggerakkan ekonomi rakyat.