Rivian R2 Resmi Meluncur 9 Juni, Jarak Tempuh 330 Mil Kalahkan Tesla Model Y Terbaru

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:40:01 WIB
Rivian R2 resmi diluncurkan pada 9 Juni dengan jarak tempuh hingga 330 mil.

Rivian mulai mengirimkan undangan pemesanan kepada calon pembeli pekan ini. Demo drive dan pengiriman pertama untuk R2 akan dilakukan serentak pada 9 Juni di berbagai lokasi di Amerika Serikat. Perusahaan asal California itu juga membuka konfigurasi awal melalui situs resmi mereka bagi pengguna yang ingin menyimpan preferensi kendaraan.

Efisiensi Setara, Jarak Tempuh Lebih Jauh Meski Bobot Lebih Berat

Data dari situs Fuel Economy Departemen Energi AS menunjukkan varian R2 Performance AWD dengan roda 21 inci memiliki efisiensi 105 MPGe (Miles Per Gallon Equivalent) — angka yang identik dengan Tesla Model Y AWD 2026. Namun R2 unggul dalam jarak tempuh berkat kapasitas baterai yang lebih besar.

Fakta ini menarik karena Rivian R2 memiliki desain yang lebih tinggi dan aerodinamika yang kurang efisien dibanding Model Y. Bobot ekstra 800 pon atau sekitar 362 kilogram seharusnya menjadi hambatan signifikan. Tapi hasil EPA membuktikan rekayasa powertrain Rivian mampu mengompensasi kekurangan tersebut.

Pilihan Velg Pengaruhi Jarak Tempuh, Hingga 23 Mil Lebih Pendek

Pembeli yang menginginkan performa off-road bisa memilih R2 dengan velg 20 inci dan ban all-terrain. Namun konsekuensinya langsung terasa: jarak tempuh turun menjadi 307 mil dengan efisiensi 99 MPGe. Artinya, ada pengorbanan sekitar 23 mil jika memilih pakai ban medan berat.

Rivian sendiri belum merinci spesifikasi baterai secara detail. Namun angka ini menempatkan R2 sebagai salah satu SUV listrik dengan jarak tempuh terpanjang di kelasnya — setidaknya di atas kertas.

Prioritas untuk Pemilik R1, Sisanya Diundi Secara Acak

Rivian memberikan prioritas pengiriman lebih cepat kepada pemilik R1 yang sudah memiliki reservasi. Namun untuk pelanggan baru, perusahaan akan memilih "sekelompok pemegang reservasi secara acak" untuk masuk ke batch awal produksi. Strategi ini mirip dengan sistem undian yang diterapkan beberapa startup otomotif untuk menjaga antrean tetap adil.

Bagi yang mendapat undangan dan melakukan pemesanan, waktu tunggu pengiriman diperkirakan antara dua hingga enam minggu. Rivian belum mengumumkan jadwal ekspansi ke pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia: Masih Menunggu

Hingga berita ini ditulis, Rivian belum membuka pemesanan untuk pasar Indonesia. SUV listrik buatan Amerika itu diperkirakan akan dibanderol mulai sekitar USD 45.000 atau setara Rp 720 juta jika dikonversi langsung. Namun biaya impor, pajak, dan bea masuk kendaraan listrik di Indonesia bisa membuat harganya melonjak signifikan.

Persaingan di segmen SUV listrik premium Tanah Air kian ketat. Tesla Model Y sudah lebih dulu hadir melalui jalur impir, sementara merek China seperti BYD dan Wuling juga mengincar kelas yang sama. Rivian harus memastikan jaringan servis dan infrastruktur pengisian daya sebelum benar-benar masuk ke Indonesia.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top