Setiap Permintaan ke ChatGPT Habiskan Air Setara Satu Botol Minum, Riset ACM Ungkap Fakta Ini

Penulis: Nurul Huda  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 01:48:31 WIB
Setiap permintaan ke ChatGPT menggunakan air setara satu botol minum, menurut riset ACM.

Penelitian ACM mendefinisikan permintaan "sedang" sebagai input sekitar 800 kata dengan respons kurang dari 300 kata — skenario yang sangat umum terjadi saat pengguna meminta AI menulis email atau meringkas dokumen. Angka 500 ml itu setara dengan konsumsi air harian rata-rata orang Amerika yang hanya 591 ml, menurut data yang dikutip dalam laporan yang sama. Ironisnya, tiga perempat penduduk AS justru mengalami dehidrasi, sementara AI justru "minum" dalam jumlah yang sebanding.

Angka ini baru untuk model GPT-3 yang sudah dianggap usang. Para peneliti memperingatkan bahwa meskipun model-model terbaru lebih efisien secara energi, permintaan yang terus tumbuh dipastikan akan mengimbangi — bahkan melampaui — efisiensi tersebut.

Pusat Data di Zona Kering: Bom Waktu Lingkungan

Laporan McKinsey & Company memproyeksikan belanja global untuk pembangunan pusat data mencapai 5,2 triliun dolar AS pada 2030 demi mengejar permintaan AI. Konsekuensinya sudah terlihat: pada 2023, satu pusat data milik Google di AS mengonsumsi lebih dari 23 miliar liter air bersih hanya untuk pendinginan di lokasi.

Yang lebih mengkhawatirkan, dua pertiga fasilitas AI baru dibangun di wilayah paling kering Amerika Serikat. Lebih dari 500 pusat data akan beroperasi di area yang pernah mengalami kekeringan parah. Texas, misalnya, diprediksi akan mengalokasikan hampir 9% konsumsi air negaranya untuk pusat data pada 2040.

Pendinginan Server: Biaya Air yang Jarang Dihitung

Pusat data raksasa — yang mampu menampung hingga 2,6 juta server — membutuhkan sistem pendingin masif. Air lokal dikeruk untuk mendinginkan ribuan server yang bekerja non-stop. Bahkan sistem "dry cooling" pun tetap membutuhkan volume air yang signifikan, apalagi saat suhu udara tinggi atau kelembapan naik, efektivitasnya justru menurun.

Penelitian ACM mencatat bahwa pelatihan model AI di pusat data Microsoft di AS menghabiskan 700.000 liter air di lokasi, dengan total konsumsi mencapai 5,4 juta liter. Untuk membayangkannya: satu juta galon setara lebih dari 25.000 bak mandi.

Ada Solusi, Tapi Tak Ada Yang Berubah

Para peneliti yang menulis makalah soal konsumsi air AI ini sudah mengusulkan sejumlah langkah: transparansi pelaporan konsumsi air, pemilihan lokasi pusat data yang lebih efisien air, dan penjadwalan pelatihan model di jam-jam yang lebih hemat sumber daya. Namun, hingga saat ini, belum ada perubahan substansial dalam cara industri menangani masalah ini.

Bagi pengguna individu, dampaknya hampir nihil. "Melewatkan menulis email dengan ChatGPT mungkin membuat Anda tidur lebih nyenyak, tapi dampaknya mikroskopis," tulis laporan tersebut. Dengan lebih dari satu miliar orang menggunakan AI setiap hari, berhenti secara pribadi sama saja "membawa pisau ke pertarungan yang melibatkan drone dan jet tempur."

Reporter: Nurul Huda
Sumber: bgr.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top