Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada awal pekan ini. Kenaikan hingga 3 persen dipicu sentimen global yang memanas, mengancam harga bahan bakar dan stabilitas energi Indonesia.
JAKARTA — Harga minyak mentah acuan dunia mencatat lonjakan tajam pada Senin (11/5/2026). West Texas Intermediate (WTI) dan Brent kompak naik 3 persen dalam satu sesi perdagangan, menembus level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Pemicu Kenaikan: Ketegangan Geopolitik dan Pasokan
Pasar bereaksi terhadap kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah. Data ekonomi AS yang menunjukkan permintaan energi tetap kuat turut mendorong harga.
Sentimen risk-on kembali menguat setelah investor mengabaikan sinyal perlambatan di Eropa. Fokus kini tertuju pada keputusan OPEC dan sekutunya dalam pertemuan mendatang.
Dampak ke Indonesia: Harga BBM dan APBN
Kenaikan harga minyak menjadi sinyal waspada bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak. Beban subsidi energi dalam APBN langsung meningkat.
Pemerintah biasanya merespons dengan menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Jika tren berlanjut, harga Pertamax dan Dexlite berpotensi berubah dalam waktu dekat.
Apa Kata Pemerintah?
Kementerian ESDM belum mengeluarkan pernyataan resmi soal penyesuaian harga. Namun, sumber di Kementerian Keuangan menyebutkan skenario antisipasi sudah disiapkan sejak awal tahun.
Proyeksi ke Depan
Analis memperkirakan volatilitas harga minyak masih tinggi dalam jangka pendek. Arah harga ditentukan oleh keputusan OPEC+ soal kuota produksi dan perkembangan konflik geopolitik.
Konsumen di Indonesia disarankan mencermati pengumuman resmi pemerintah, terutama untuk harga Pertamax dan Dexlite yang mengikuti pasar global.