Pencarian

PLN Pontianak Luncurkan GLIMOLING, Program Literasi Digital yang Jangkau Pelosok Kalimantan Barat

Jumat, 29 Mei 2026 • 19:04:25 WIB
PLN Pontianak Luncurkan GLIMOLING, Program Literasi Digital yang Jangkau Pelosok Kalimantan Barat
PLN Pontianak meluncurkan GLIMOLING untuk memperluas literasi digital hingga pelosok Kalimantan Barat.

PONTIANAK — PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pontianak resmi meluncurkan Gerakan Literasi Mobile dan Online (GLIMOLING) untuk memperkuat akses pendidikan digital hingga ke pelosok Kalimantan Barat. Program ini tidak sekadar menyediakan buku elektronik, tetapi juga menghadirkan perangkat mobile yang bisa menjangkau desa-desa tanpa sinyal internet stabil. Langkah ini menjadi respons atas minimnya fasilitas literasi di wilayah yang secara geografis terisolasi.

Mengapa GLIMOLING Dibutuhkan di Kalbar?

Data internal PLN menunjukkan, dari 14 kabupaten/kota di Kalbar, setidaknya tujuh di antaranya masih masuk kategori daerah tertinggal dalam hal akses informasi digital. Banyak sekolah di Kecamatan Menyuke, Landak, misalnya, tidak memiliki perpustakaan memadai. “GLIMOLING hadir untuk menjembatani kesenjangan itu,” kata Koordinator Program GLIMOLING, Andi Saputra, dalam peluncuran di Pontianak, pekan lalu.

Bagaimana Mekanisme GLIMOLING?

Program ini mengandalkan dua pendekatan. Pertama, mobil perpustakaan keliling yang dilengkapi perangkat komputer dan koneksi satelit. Kedua, platform digital yang bisa diakses melalui aplikasi ponsel pintar tanpa kuota besar. Tim PLN juga mendistribusikan tablet ke 12 titik posko literasi di desa-desa binaan.

Apa Dampak Langsung bagi Pelajar dan Guru?

Pelajar di SMP Negeri 2 Sengah Temila, Landak, misalnya, kini bisa mengakses 500 judul buku digital dan video pembelajaran sains. Guru-guru di sana juga mendapat pelatihan penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif. “Anak-anak jadi lebih semangat karena bisa belajar dengan gambar dan video, tidak hanya teks,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Sengah Temila, Maria Ulfah.

Wilayah Mana Saja yang Sudah Terjangkau?

GLIMOLING tahap awal menyasar lima kabupaten: Pontianak, Landak, Sanggau, Bengkayang, dan Kubu Raya. Target berikutnya adalah daerah perbatasan seperti Entikong dan Kapuas Hulu. PLN menargetkan 50 desa terlayani hingga akhir tahun ini. Setiap desa akan mendapat kunjungan mobil literasi sebulan sekali dan akses platform digital 24 jam.

Berapa Anggaran dan Sumber Dana?

PLN mengalokasikan dana dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp 1,2 miliar untuk tahun pertama. Anggaran itu mencakup pengadaan mobil, perangkat IT, dan pelatihan tenaga pendamping. Ke depan, PLN menggandeng Dinas Pendidikan dan Perpustakaan Daerah untuk keberlanjutan program.

Apakah Program Ini Gratis untuk Masyarakat?

Seluruh layanan GLIMOLING gratis. Masyarakat hanya perlu mendaftar melalui aplikasi atau datang langsung ke posko literasi. Tidak ada biaya berlangganan. “Kami ingin literasi digital menjadi hak semua warga, bukan komoditas,” tegas Andi.

Apa Tantangan di Lapangan?

Tantangan terbesar adalah infrastruktur listrik di desa terpencil. Beberapa titik tidak memiliki aliran listrik 24 jam, sehingga pengisian daya perangkat menjadi kendala. PLN berencana menyediakan panel surya portabel untuk mengatasi masalah ini. Juga, masih ada warga yang belum melek teknologi sehingga butuh pendampingan ekstra.

Bagaimana Respons Pemerintah Daerah?

Pemkab Landak menyambut baik program ini. Kepala Dinas Pendidikan Landak, Yohanes Bala, menyebut GLIMOLING sejalan dengan program daerah dalam meningkatkan indeks literasi. “Kami siap menyediakan relawan guru untuk mendampingi di lapangan,” katanya.

Kapan Warga Bisa Mulai Mengakses?

GLIMOLING sudah beroperasi sejak awal Februari 2026. Masyarakat bisa mengecek jadwal kunjungan mobil literasi melalui akun Instagram resmi PLN UP3 Pontianak atau menghubungi kantor PLN terdekat. Aplikasi GLIMOLING sudah bisa diunduh di Play Store dengan nama “GLIMOLING Kalbar”.

Apakah Ada Target Jangka Panjang?

PLN menargetkan 100 ribu pengguna aktif dalam dua tahun. Selain itu, akan ada kerja sama dengan universitas untuk mengembangkan konten lokal, seperti buku tentang budaya Dayak dan sejarah Kalbar. “Kami tidak hanya membawa buku nasional, tapi juga muatan lokal agar anak-anak bangga dengan daerahnya,” pungkas Andi.

Bagikan
Sumber: pontianakpost.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks