PONTIANAK — Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyebut, kenaikan harga bahan bakar minyak, melonjaknya harga kebutuhan pokok, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi tantangan nyata yang membatasi gerak pemerintah daerah. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memicu persoalan sosial seperti kemiskinan dan kriminalitas jika tidak diantisipasi sejak dini.
Waktu dan Anggaran Terbatas Jadi Fokus Kerja
Edi mengingatkan bahwa sisa waktu masa jabatan dan anggaran yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Ia meminta jajarannya tidak terjebak pada rutinitas, melainkan fokus pada hasil yang langsung dirasakan warga.
"Manfaatkan waktu yang sangat terbatas dan anggaran yang juga sangat terbatas ini untuk seluas-luasnya kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak," tegasnya di hadapan para ASN.
Pancasila Jadi Landasan Hadapi Krisis
Menurut Edi, nilai-nilai Pancasila menjadi kunci bagi ASN untuk tetap tanggap di tengah tekanan. Ia mendorong agar pengamalan Pancasila tidak hanya menjadi seremoni saat upacara, tetapi diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap kebutuhan warga.
"Kita harus bisa menjiwai makna dari Pancasila yang setiap kegiatan upacara kita bacakan. Pancasila yang membuat negara kita sampai saat ini masih bertahan dan bersatu," ujarnya.
Keberagaman Jadi Modal Sosial Pembangunan
Wali Kota juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di Kota Pontianak yang dikenal multietnis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus memelihara harmonisasi dan komunikasi antaragama serta budaya.
"Keberagaman merupakan kenyataan yang harus kita jaga toleransinya, harmonisasinya, dan komunikasinya," kata Edi.
Penghargaan untuk ASN Purna Tugas
Pada kesempatan yang sama, Pemkot Pontianak memberikan penghargaan kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna tugas. Pemberian apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi mereka dalam pembangunan dan pelayanan publik selama bertahun-tahun.