Pencarian

Forum Anak Kalbar Ingatkan Orang Tua Batasi Gawai Anak, Program Berlian Diluncurkan di Hari Anak Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 • 16:47:01 WIB
Forum Anak Kalbar Ingatkan Orang Tua Batasi Gawai Anak, Program Berlian Diluncurkan di Hari Anak Nasional
Ketua Forum Anak Kalimantan Barat Erlina menyampaikan imbauan kepada orang tua untuk membatasi penggunaan gawai anak pada peringatan Hari Anak Nasional di Pontianak, Selasa (11/8/2026).

PONTIANAK — Ketua Forum Anak Provinsi Kalimantan Barat, Erlina, menilai Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 bukan sekadar seremoni perayaan hak anak. Momen ini menjadi alarm bagi orang tua agar lebih peka terhadap lingkungan tumbuh kembang anak, terutama dampak negatif teknologi digital yang kian masif.

Menurut Erlina, pola asuh yang ideal harus dibangun di atas komunikasi dua arah. Anak perlu diberi ruang menyampaikan pendapat, didengarkan, dan dilibatkan dalam diskusi keluarga.

“Anak-anak perlu kita jadikan teman. Pendekatannya lebih kepada anak, mendengar apa yang mereka sampaikan, berdiskusi dengan baik, serta memperhatikan apa yang mereka mau,” ujarnya di Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Anak Kecanduan Gawai Jadi Sorotan Utama

Erlina menyoroti fenomena ketergantungan gawai yang kini menjangkiti anak-anak, bahkan sejak usia balita. Ia meminta orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya penggunaan perangkat digital kepada anak tanpa pendampingan.

“Orang tua harus lebih waspada dan selektif dalam mengawasi apa yang dilihat anak. Waktu penggunaan gawai juga perlu dibatasi, terutama ketika tidak berkaitan dengan kebutuhan sekolah. Jangan sampai anak terbiasa bergantung pada HP,” tegasnya.

Ia menegaskan pengawasan ini bukan berarti memusuhi teknologi. Justru tujuannya memastikan gawai digunakan secara sehat, aman, dan memberi manfaat bagi tumbuh kembang anak. Keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi sosial nyata seperti bermain, belajar, serta berkumpul bersama keluarga harus dijaga.

Program Berlian dan Target Provinsi Layak Anak

Pada peringatan HAN ke-42 tersebut, diluncurkan program “Berlian” atau Bersama Lindungi Anak. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kalimantan Barat.

Erlina menjelaskan, pendekatan program ini tidak bersifat instruktif. Pihaknya mengedepankan komunikasi, dialog, dan keterlibatan anak dalam berbagai persoalan yang menyangkut kehidupan mereka.

“Kalau anak merasa didengar dan dilibatkan, mereka akan lebih nyaman untuk bercerita kepada orang tua. Dari situ kita bisa memberikan arahan dan perlindungan yang tepat,” katanya.

Perlindungan Anak Butuh Kerja Kolektif

Erlina mengingatkan perlindungan anak tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan elemen masyarakat harus bahu-membahu membangun lingkungan yang aman dan ramah anak.

Ia menekankan, anak-anak hari ini adalah penentu wajah Kalimantan Barat dan Indonesia di masa depan. Perhatian serius terhadap tumbuh kembang mereka merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Kalau sejak sekarang mereka kita lindungi, kita dengarkan, dan kita arahkan dengan baik, maka kita sedang mempersiapkan generasi yang berkualitas untuk Kalimantan Barat dan Indonesia di masa depan,” pungkasnya.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianak.suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks