KALIMANTAN BARAT — Kesepakatan ini menandai ekspansi Aster ke hilir industri energi, tepatnya pada segmen aviasi. Dengan menjadi pemegang saham CAFHI, Aster akan bergabung dalam konsorsium perusahaan energi yang memasok bahan bakar pesawat secara langsung di Bandara Changi, salah satu hub penerbangan tersibuk di Asia.
CAFHI sendiri merupakan pengelola fasilitas hidran bahan bakar di bandara tersebut. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung distribusi avtur dari depot penyimpanan ke pesawat, sehingga posisi strategisnya vital bagi operasional maskapai.
Posisi Strategis di Pusat Penerbangan Global
Bandara Changi bukan sekadar bandara internasional biasa. Bandara ini melayani lebih dari 100 maskapai dan menjadi gerbang utama lalu lintas udara Asia. Keterlibatan Aster di CAFHI memberi akses langsung ke rantai pasok bahan bakar penerbangan yang stabil dan volume tinggi.
Bagi TPIA sebagai induk, akuisisi ini memperkuat portofolio bisnis di luar petrokimia. Langkah ini juga sejalan dengan tren industri penerbangan global yang mulai beralih ke bahan bakar berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Sinergi dengan Industri Petrokimia Chandra Asri
Kehadiran Aster di infrastruktur avtur Changi membuka peluang sinergi dengan lini bisnis TPIA di masa depan. Pasokan bahan baku untuk SAF, misalnya, bisa dikaitkan dengan produk-produk yang dihasilkan dari kompleks petrokimia Chandra Asri di Cilegon.
Deputy CEO Aster Andre Khor mengatakan, akuisisi kepemilikan strategis di CAFHI merupakan langkah penting dalam ekspansi Aster ke sektor bahan bakar penerbangan. Pernyataan ini menegaskan arah bisnis jangka panjang perusahaan di tengah transisi energi sektor aviasi.
Tahapan Transaksi dan Prospek ke Depan
Proses penyelesaian transaksi masih membutuhkan persetujuan dari otoritas terkait. Pemenuhan persyaratan penyelesaian yang lazim berlaku menjadi prasyarat sebelum kepemilikan saham efektif berpindah.
Jika rampung, akuisisi ini akan menempatkan Aster sejajar dengan pemain energi global yang selama ini mendominasi bisnis bahan bakar penerbangan di Singapura. Langkah ini juga memberi TPIA pijakan di pasar internasional yang lebih luas, di luar bisnis utamanya sebagai produsen petrokimia terintegrasi.