Pencarian

Lonjakan Karhutla Kalbar: 6.050 Titik Panas, Muhammadiyah Desak Pemerintah Bertindak

Senin, 31 Agustus 2026 • 07:17:32 WIB
Lonjakan Karhutla Kalbar: 6.050 Titik Panas, Muhammadiyah Desak Pemerintah Bertindak
Titik panas di Kalimantan Barat terpantau melonjak dari 3.371 menjadi 6.050 dalam sehari per 29 Agustus 2026.

Lonjakan Titik Panas Capai Dua Kali Lipat

Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalbar, M. Hermayani Putera, menyoroti ledakan titik panas di Kalbar. Jumlahnya melonjak dari 3.371 menjadi 6.050 hanya dalam sehari, hingga 29 Agustus 2026. Konsentrasi tertinggi terdeteksi di Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Melawi.

"Lonjakan tersebut terjadi hanya dalam satu hari dan mencapai hampir dua kali lipat. Konsentrasi titik panas tertinggi berada di Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Melawi," kata Hermayani, Minggu (30/8/2026).

Data pantauan satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA pada 28-29 Agustus 2026 pukul 00.00-16.00 WIB mencatat kenaikan signifikan. Sebanyak 3.371 hotspot terdeteksi pada 28 Agustus, lalu membengkak menjadi 6.050 titik panas keesokan harinya.

Ancaman Kebakaran Bawah Tanah di Lahan Gambut

Wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi tersebut mayoritas merupakan kawasan ekosistem gambut. Akibatnya, karhutla melahirkan asap tebal beracun yang mengancam kesehatan dan merusak ruang hidup warga.

"Kondisi gambut sangat rentan terhadap kebakaran bawah tanah atau sub-surface fire yang berbahaya dan sulit dipadamkan," ujarnya.

Hermayani memperingatkan tren peningkatan titik panas ini berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. MLH PWM Kalbar pun telah berkomunikasi dengan kelompok masyarakat sipil, praktisi lingkungan, dan perwakilan komunitas untuk merumuskan langkah respons.

Follow kabarpontianak.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianak-times.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks